Tulisan yang ditandai ‘tuhan’

Tuhan, Ternyata Selingkuh Itu Indah!

Berkelebat mata itu menatapku tajam. Menghujam hingga  iga. Memantul pendar dalam dada jadi rindu. Melayang-layang dalam mimpi-mimpi malam. Bahkan kadang hadir dalam sepi dan sendiri. Membuat kedua belah bibirku mekar selalu. Aku benar-benar bagai sekuntum bunga paling indah di tengah taman. Walau sesungguhnya aku sudah ada yang punya, seorang lelaki yang karena tampannya memapah-pelukku jadi wanita terindah.

Entah, rasa apa itu. Berkelebat sepasang mata yang lain tiba-tiba hadir dalam sendiriku. Ya, sepasang mata dari seseorang dengan tubuh tinggi, berambut tipis, berkulit cerah. Senyumnya itu yang telah menyiksaku. Tatapannya itu yang telah membunuhku. Tuturnya santun walau sedikit jenaka telah merebut hatiku.  Hadirnya benar-benar telah membuat tewas dalam kisah cinta yang bernama entah.

Engkau mungkin menyebutnya sebagai selingkuh atau sebagai cinta terlarang. Tetapi mengapa aku mengalaminya sebagai yang terindah dan membahagiakan. Jika aku mau jujur, aku adalah perempuan paling berbahagia. Mengapa tidak. Kelembutan dan kelemahanku telah sanggup merebut cinta-cinta mereka. Merebut hati kekasihku yang satu, dan menyandera kekasihku yang lain. Seperti mereka yang sudah sedang merebut kekasih mereka masing-masing.

Dalam dada kami masing-masing, kami, rupa-rupanya tahu jika kami memiliki kekasih idaman masing-masing. Bagi kekasihku yang satu, mungkin aku bukan kekasih idaman, maka dia mencoba untuk merebut hati wanita yang lain. Bagi kekasihku yang lain, mungkin aku juga bukan kekasih idaman, maka pada tangannya yang satu ia menggenggam tangan lembut yang lain. Demikian juga aku, bagiku seperti sudah sedang berada di antara pilihan-pilihan, aku pun sudah sedang menunggu yang terindah.

“Selingkuh mengajari kita untuk hanya setia pada satu pilihan. Bukan sebaliknya menghianati pilihan dan apalagi membunuh cinta”

Selingkuh itu indah, cinta terlarang itu bahagia. Jika antara kita memang saling memahami bahwa yang terindah, idaman, paling bahagia adalah sebuah pencarian yang panjang. Aku, mungkin, katamu, adalah perempuan paling kurang ajar, karena telah mendua. Demikian juga, katamu, kekasih-kekasihku yang lain adalah yang biadab, karena telah mengabaikan cintaku. Tetapi entah serupa apa rasa ini, aku sudah sedang mengalaminya sebagai yang bahagia dan indah.

Maka tak lelah aku selalu berdoa “Tuhan aku seperti antara Engkau dan Setan. Aku seperti tidak bersalah, karena aku mencintai-Mu, tetapi setan pun mencintaiku dengan sungguh. Engkau memangsaku, serupa itu setan. Aku mencoba untuk belajar merebut hati-Mu, tetapi kadang aku pun belajar merebut hati setan. Maka dengan tunduk hingga debu, aku meminta dari-Mu, ajarilah aku jatuh cinta seperti yang Engkau kehendaki”

Justin Bieber, I Love You!

Apa yang lebih dari seorang Justin Bieber sehingga tidak hanya digemari oleh ribuan dan bahkan jutaan fans, tetapi juga para remaja putri berlomba mencari simpati untuk menjadi pacarnya? Apakah karena Bieber tampan dan banyak duit? Apakah pula karena dia terkenal? Ataukah karena dia romantis, ramah dan baik hati?

Jawabannya tentu saja beragam. Namun yang pasti bahwa, jika hendak menjadi penggemar Justin, cukupkan diri anda sekedar menjadi penggemar dan tidak lebih dari itu. “If you are the girlfriend of Justin, i will kill you, i hate you” demikian ancam salah seorang fans Justin di situs jejaring sosial twitter ketika mendengar dan melihat  Selena Gomes bermesraan dengan sang idola.

Kamu tahu mengapa? Jawabannya adalah karena Justin Bieber adalah seorang remaja yang baik, dan terlalu sayang untuk dinodai oleh apa dan siapa pun. Dia masih muda, biarkan kariernya berkembang sebagaimana adanya. Jangankan fansnya yang bisa bakal marah, ayahnya Jeremy Jack Bieber dan ibunya Patricia (Pattie) Lynn Mallette pasti marah besar.

Tetapi mau apa dikata, semuanya tergantung dari dan pada Bieber. Masa depannya ada dalam genggamannya. Ke mana dia melangkah dan membawa angan-angannya. Semua berharap yang terbaik bahwa dia akan bisa menggenggam dunia.

“I love your music. I love your way of thinking. You think in God and I like that. Listen to your mother…. The mothers is always have reason. I hope that your never changes…. Because you are amazing.. I hope that these new 17 years have much success in everything you do… You are unique and different to others, that’s good. I’m a big fan of yours… I would love to meet you one day… talk to you know who you are… You help the people who sick or don’t have enough money. You are so kind.. You have a lot of money, but you not use drug or drink alcohol, what is characteristic of stars, andm i like that….I would like to be your friend just for a day….=)! I’m not of girls who are pulled above you… I respect the persons… happy birthday again! =)! I love Justin Bieber”

Demikian ucapan selamat ulang tahun Anama, seorang gadis asal Bogota Colombia untuk Bieber. Ucapan selamat ulang tahun itu diberikan Anama tepat ketika Bieber genap berusia 17 Tahun, 1 Maret 2011. Anama adalah satu dari ribuan dan bahkan jutaan penggemar Bibier yang berharap agar Bieber tetap berjalan dalam jalan Tuhan, mendengar nasehat ibunda tercinta dan menjauhi narkoba dan minuman beralkohol.

Pertanyaan pemungkas: Apakah anda adalah remaja yang mau menjadi penggemar Bieber dan atau mau bertemu Bieber secara langsung? Jawabannya sederhana: kembangkan bakat anda, tetaplah berjalan dalam jalan Tuhan seperti yang diajarkan dalam agamamu, dengarkan nasehat orang tua dan jauhi narkoba plus buang minuman keras. Hmmm…maaf ya, kalau saya agak lebay.com

Justin Bieber

Justin Bieber menjadi sensasi di Amerika Serikat pada tahun 2009 setelah ditemukan oleh Scooter Braun melalui video kompetisi menyanyi lokal “Stratford Star” di Ontario yang dipublikasikan di YouTube oleh ibu Justin di tahun 2007, dimana Justin meraih peringkat kedua.[5] [6] Scooter Braun, seorang agen pencari bakat dan mantan Marketing Eksekutif perusahaan So So Def melihat video ini dan memutuskan untuk mempertemukan Justin Bieber dengan Usher untuk audisi.[5] Singel pertamanya yang berjudul “One Time”, diterbitkan secara serentak diseluruh dunia di tahun 2009, dan meduduki peringkat 30 besar di lebih dari 10 negara. Albumnya pertamanya “My World” (Duniaku) kemudian mengikuti pada 17 November 2009 dan menerima penghargaan platinum di Amerika Serikat, dan menjadi penyanyi pertama yang memiliki tujuh lagu dari album pertama yang keseluruhannya berhasil mendapat peringkat di Billboard Hot 100, sebuah daftar lagu-lagu terkemuka yang sedang digemari. [7]

Kepopuleran Justin Bieber diseluruh dunia dalam waktu singkat dikenal sebagai “Bieber Fever” (Demam Bieber) dimana julukan ini diberikan pada penggemarnya dengan obsesi yang berlebihan terhadap Justin Bieber. [8]. Banyak artis yang mengalami “Demam Bieber” diantaranya Jennifer Love Hewitt[9], dan Beyonce diperingatkan agar hati-hati oleh suaminya Jay-Z, saat berfoto bersama Justin Bieber pada penghargaan Grammy ke 52.[7]

Walaupun dikenal akan suaranya, namun penyanyi ini juga mampu memainkan keyboards, piano, gitar, drum dan bahkan terompet, yang keseluruhannya dipelajarinya sendiri

1994-2006: Awal Kehidupan

Justin Bieber adalah anak dari pasangan muda Jeremy Jack Bieber (ayah) dan Patricia (Pattie) Lynn Mallette (ibu) dimana ibunya berusia 18 tahun saat melahirkan Justin. [6] Pasangan ini berpisah pada saat Justin Bieber berumur 2 tahun.[6] Pada umur 4 tahun Justin didaftarkan pada sekolah bermain drum oleh ibunya dan mulai belajar piano saat umur 7, dan gitar pada umur 10.[6] Saat disekolah menengah ia belajar untuk bermain terompet.[6]

Ayahnya kemudian menikah lagi dengan Erin Bieber dan memiliki anak perempuan dan lelaki yang menjadi saudara tiri Justin Bieber.[6]Pada acara “Tonight Show” yang dipandu oleh Jay Leno, Justin mengungkapkan bahwa saudara perempuannya, Jazmyn Bieber, memanggilnya “Bieber” [11] dan ia sangat menyukai Pizza nanas ala Hawai. [12]

Pertemuan Bieber dengan Usher membawa dia dan ibunya pindah dari Ontario, Kanada ke Atlanta, Georgia, Amerika Serikat demi karier musiknya.[11]

2007-2009: Awal karier dan My World

Pada usia 12 tahun, Justin mengikuti kontes menyanyi di kotanya, Stratford, dan memenangkan juara kedua. Sejak itu dia mulai mendokumentasikan penampilannya dan mengunggahnya diYoutube, untuk teman-teman yang tak sempat melihatnya tampil. Pada beberapa videonya, Justin menyanyikan lagu-lagu beberapa penyanyi ternama seperti Usher, Justin Timberlake, Ne-Yo,Chris Brown, dan Stevie Wonder dengan versinya sendiri.[13]

Scooter Braun seorang Marketing Eksekutif dari So So Def yang tanpa sengaja menyaksikan penampilannya di Youtube, tertarik dan mengontak Bieber untuk kemudian menerbangkannya keAtlanta, Georgia untuk bertemu Usher[5] Usher yang terpesona dengan apa yang ia lihat kemudian menggandeng L.A. Reid, Ketua Island Def Jam dan menawarkan kontrak rekaman melalui label rekaman Island Record pada Justin Bieber yang pada saat itu berumur 15 tahun.[5]Justin kemudian menerbitkan singelnya “One More Time” dan videod di tahun 2009.[5] Sementara album pertamanya, My World, diterbitkan pada November 2009.[5]

Album ini juga menampilkan Usher, yang juga tampil dalam video musiknya, “One Time”. Single pertamanya, One Time menduduki posisi ke 12 dalam Canadian Hot 100 dan posisi 26 di the Billboard Hot 100. Bersama Miranda Cosgrove, Bieber menjadi salah satu presenter dalam 2009 MTV Video Music Awards tepat sebelum penampilan Taylor Swift. Beberapa hari sebelumnya, Bieber tampil membawakan lagu “One Time” pada MTV VMA Tour untuk mempromosikan acara tersebut. Pada 26 September 2009, Bieber tampil pada acara YTV’s The Next Star, dan mengumumkan bahwa “One Time” mendapatkan Platinum di Kanada. Pada acara yang sama Bieber juga mengumumkan bahwa singel keduanya, One Less Lonely Girl, dirilis.

2010-sekarang: My World 2.0 dan Justin Bieber: Never Say Never

Baby“, single utama dari album keduanya yang muncul, yang mana dinyanyikan berduet dengan rapper Ludacris, dirilis pada bulan Januari 2010 dan menjadi single hit terbesarnya sejauh ini, mendapat chart ranting lima di US, dan mencapai sepuluh besar di tujuh Negara lainnya.[14]Single digital keduanya, “Never Let You Go“, dan “U Smile” merupakan hit tigapuluh besar pada US Hot 100, dan duapuluh besar di Kanada.[14][15] Itu muncul yang pertama di US Billboard 200, membuat Bieber, artis penyanyi solo termuda untuk mencapai chart teratas sejak Stevie Wonderin 1963.[16] Album My World 2.0 juga muncul pada nomer satu di Canadian Albums Chart, Irish Albums Chart, dan Australian Albums Chart, dan New Zealand Albums Chart[14] dan mencapai sepuluh besar di limabelas negara lainnya.[17][18] Untuk mempromosikan albumnya, Bieber mucul menghadap beberapa orang atau langsung di program termasuk The View, Kids Choice Awards 2010, NightlineThe Late Show with David LettermanThe Dome (televisi) dan 106 and Park.[19]Pada April 2010, Bieber merupakan tamu dari konser musical Saturday Night Live.[20] Pada 4 Juli2010, Bieber tampil di Macy’s Fourth of July Fireworks Spectacular di New York City.[21] Single kedua dari album My World 2.0, “Somebody to Love“, dirilis pada April 2010, dan versi lainnya atau remix dinyanyikan dengan mentor Bieber yaitu Usher. Pada Juni 2010, single itu mencapai nomer 15 di Billboard Hot 100.

Pada 23 Juni 2010 tur Bieber dimulai di Hartford, Connecticut, untuk mempromosikan My World dan My World 2.0.[22] Pada Juli 2010 media Toronto Sun Kanada mengumumkan bahwa Bieber merajai pencarian terbanyak untuk selebritis melalui mesin pencari seperti Google di Internet.[23] dan video musiknya “Baby“, mengungguli musik video Lady Gaga, “Bad Romance” dan menjadi video terbanyak yang pernah dilihat di YouTube.[24] Pada September 2010, Bieber mendapatkan 3 persen dari seluruh lalu lintas di Twitter, sebuah situs jejaring sosial .[25]

Pada Juli 2010 Justin merekam albumnya di New York City.[26] Dikarenakan Justin mengalami peralihan suara akibat pubertas, suara di albumnya menjadi lebih mendalam dari dibandingkan suaranya saat merekam album pertamanya. Penyanyi serta penulis lagu Inggris Taio Cruz memberikan informasi pada Juli 2010 bahwa ia sedang menulis lagu untuk album Bieber selanjutnya.[27] Sementara produser genre Hip hop Dr. Dre menelurkan dua lagu dengan Bieber pada Juli 2010[28] namun lagi tersebut belum ditentukan akan mengisi album yang mana. Bieber tampil menyanyikan “U Smile“, “Baby,” dan “Somebody to Love” di MTV Video Music Awards 2010 pada 12 September 2010.

Bieber mengumumkan pada Oktober bahwa dia akan merilis album akustik yaitu My Worlds Acoustic.[30] Itu dirilis pada Black Friday di United States dan keistimewaan versi akustik dari album di lagu pada album sebelumnya, dan dia juga merilis single pada album ini dan juga lagu baru yaitu “Pray”.[31]

Selain itu, film biografi pertama Justin, Never Say Never, dirilis pada Februari 2011, namun review yang didapatkan sangatlah negatif. Rata-rata kritikus memberikan satu atau dua bintang dari total lima atau sepuluh bintang, meskipun peredarannya dibioskop lumayan lancar. Bahkan di IMDB, film ini hanya dapat nilai 1.1 dari total 10. Pada 15 Maret 2011, patung lilin Justin Bieber telah diremiskan di Museum Madame Tussauds, namun agaknya tidak semirip aslinya dan banyak yang kecewa termasuk para fansnya, namun Justin Bieber sangat bangga.[32]

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Justin_Bieber

Jangan Menyebut Nama Tuhan, Jika Pedangmu Menghujamku

Benarkah Tuhan mengizinkan manusia membunuh sesamanya? Dan apakah manusia yang satu disebut sebagai yang benar dan suci jika membunuh manusia yang lain yang disebut sebagai yang kafir, berdosa dan bersalah. Selanjutnya siapakah yang berani mengatakan yang lain sebagai benar dalam Tuhan dan yang lain salah di mata Tuhan, apakah manusia atau Tuhan itu sendiri?  Tidak akan ada jawaban yang benar-benar tuntas tentang pertanyaan-pertanyaan ini.

Semua orang dengan kemampuan isi kepalanya masing-masing, baik mereka yang disebut sebagai yang benar di mata Tuhan maupun mereka yang diklaim sebagai pecundang akan memberikan argemntasinya masing-masing. Bereferensi pada Kitab Suci dan atau Wahyu Ilahi, semuanya membentangkan gagasan-gagasannya. Entah benar, entah tidak, tentang keentahan itu selalu, hingga detik ini masih menjadi bahan perdebatan yang menarik.

Jika memang benar bahwa Tuhan sang Pencipta Alam Semesta, yang kita sebut sebagai Mahabaik, Mahapengampun, Mahacinta, Mahabijaksana, Mahatoleran, Mahapeduli mewahyukan ‘kalimat pembunuhan’ atas nama-Nya, maka pantaskah Tuhan yang demikian kita sebut sebagai Tuhan? Pantaskah kita beriman kepada Tuhan yang meringankan pedang dan gampang menumpahkan darah dalam dan melalui tangan-tangan manusia?

Tuhan tidak pernah dan tidak akan pernah mewahyukan keburukan-keburukan, kekejaman-kekejaman, tindakan-tindakan buruk, tindakan-tindakan kejam, kata-kata buruk, kata-kata kejam, sekalipun itu atas dan untuk kemuliaan nama-Nya.

Namun, sesungguhnya dari hati yang paling dalam, aku tidak akan pernah percaya jika Tuhan-lah yang menghendaki itu semua. Tuhan adalah Tuhan. Tuhan tidak pernah mengizinkan manusia, siapa pun dan agama apa pun dia untuk mengayunkan pedang dan menumpahkan darah sesama manusia yang lain. Tuhan tidak pernah dan tidak akan pernah mewahyukan keburukan-keburukan, kekejaman-kekejaman, tindakan-tindakan buruk, tindakan-tindakan kejam, kata-kata buruk, kata-kata kejam, sekalipun itu atas dan untuk kemuliaan nama-Nya.

Sesungguhnya, dan aku menyakini ini sungguh, bahwa semua tindakan pembunuhan, kekejaman, pemusnahan yang mengatasnamakan Tuhan adalah ulah manusia itu sendiri. Ulah manusia yang salah menggunakan tanggungjawab dan kebebasan yang diberikan Tuhan kepadanya. Ulah manusia yang menuhankan agama dan beriman kepada agama, bukan menjadikan agama sebagai jalan menuju Tuhan dan beriman kepada-Nya.

Kecenderungan manusia yang menuhankan agama adalah mereka yang mengklaim agamanya sebagai yang baik dan benar sementara agama yang lain sebagai yang salah dan tidak benar. Kecenderungan manusia yang beriman kepada agama adalah mereka yang mengatakan kepada sesamanya sebagai yang timpang, salah, kafir, sesat dan berdosa, lantas mereka menempatkan diri mereka sebagai yang suci, kudus dan pantas hidup di hadapan Tuhan.

Padahal sesungguhnya, agama itu bukan Tuhan. Tuhan adalah Tuhan. Agama sesungguhnya hanya merupakan suatu system dan prinsip kepercayaan kepada Tuhan, yang belum tentu system dan prinsip itu diterima oleh Tuhan sendiri. Mengapa? Karena system dan prinsip tersebut dirancang dan diciptakan oleh manusia yang kendatipun memiliki kebebasan tetapi terbatas, untuk selanjutnya menjadi sakral dan suci karena menarik Tuhan ke dalamnya.

Tentang semuanya ini, bagiku mesti dievaluasi dan direfleksikan secara sungguh. Bukan untuk mengatakan dan atau menyebut agama sebagai system dan prinsip kepercayaan yang salah, tetapi menjernihkannya selanjutnya menempatkannya sebagai yang bermartabat; sebagai jalan menuju perjumpaan dengan Tuhan yang diyakini dan diimani sebagai sang dan maha segala kebaikan.

Mahabaik Kau Tuhan!

Apakah sesungguhnya kehidupan dan hidup itu sendiri. Malam-malam kita terpulas di atas dipan. Kita rebahkan penat, menumpahkan semua kebisingan siang. Kita tidak memimpi-mimpikan apa-apa sekalipun memimpikan tentang keindahan, kemegahan dan kekuasaan. Sebab sesungguhnya mimpi adalah mimpi. Mimpi tidak pernah akan berperistiwa.

Di atas dipan, dalam tidur yang pulas, kita tidak lebih sebagai rongsokan yang bernyawa. Tidak kepada siapa kita berontak, tidak kepada apa kita bersandar. Malam itu sungguh sangat sunyi. Sunyinya luka. Darah. Lantaran itu kita meminta sudah dan sudah, agar malam berhenti menyepi. Pada malam-malam serupa itu, kita adalah mayat-mayat yang belum meninggal dunia.

Hingga malam itu menepi, menjelang pagi, fajar meninyingsing, kita terjaga dengan sigap. Seperti yang sudah selalu kita buat. Kita bentangkan rencana-rencana. Menyusun strategi. Menganyam dasar pijak. Mentari meninggi, kita kernyitkan dahi. Pada siang hari, manusia, kita adalah makhluk paling cemas dengan kekalahan, paling takut dengan kematian.

Pada siang hari kita adalah ksatria, habituasi peristiwa telah menciptakan kita sebagai mesin-mesin petarung yang tidak harus mengeluh mundur. Lantaran itu, kita harus lebih kuat dari panas matahari. Kita harus lebih tangguh dari keputusasaan debu-debu kota dan ladang. Kita harus lebih semangat dari kabut mendung. Kita harus lebih cepat dari detak detik waktu.

Pada gelanggang waktu, siang hari akan tampak lebih singkat daripada malam. Dan malam akan selalu lebih panjang. Padahal baik siang maupun malam, terbentang jarak yang sama berdurasi dua belas jam. Itulah hidup dan kehidupan, jika kita cukup mengukur dari waktu. Usia kita tidak lebih dari dua puluh empat jam. Lebih daripada itu adalah kehidupan yang lain, yaitu kubur bagi kematian yang sesungguhnya.

Kata-kata ini adalah untuk para petarung kehidupan, baik yang terlunta-terlempar dikalahkan waktu, maupun yang kuat dan tangguh menggempur-patahkan waktu. Kata-kata ini adalah awas, bukan penjeggalan asa. Pun buka pendustaan apalagi pembunuhan. Kata-kata ini adalah awas agar kita sungguh memaknai dua puluh empat jam yang ada. Sebuah durasi yang sudah diukur dengan cermat dan saksama oleh dan dalam kehidupan.

Kita tidak dapat mengelak-tampik. Selain kita harus masuk dan luluh di dalamnya. Di antara dua puluh empat jam yang terentang, kualitas kehidupan diukur. Apakah kita terlempar-terkapar ataukah keluar sebagai pemenang. Sudah seperti disebut, kehidupan adalah adalah medan pertempuran. Lantaran itu, awas itu perlu, agar kita tidak merengek meminta Tuhan menjemput-cepat nyawa dari tubuh. Padahal, Tuhan sudah memberi kita waktu. ‘Mahabaik Kau Tuhan’

Pada Mulanya Adalah Kata

Ada banyak hal yang bisa disampaikan dalam kata. Alangkah besar kekuatan kata, bukan karena kata itu sendiri, yang hanya sekedar kumpulan abjad dan barisan huruf-huruf, melainkan karena fungsinya sebagai penyampai jiwa, penerus rasa dan perpanjangan diri dan pemikiran manusia. Sesederhana apa pun kata, dia menyimpan kekuatan emosi dan rohaniah. Aku menyadari itu sungguh, dalam pengembaraan memasuki rimba kata.

Dalam dan melalui kata, aku mengeluhkan segala penat ke setiap carikan kertas. Kadang aku mengadu kepada penyair sembari meminta syair dari mereka. Kadang pula, sebentar mendekam di kamar seperti tubuh yang hanya sekedar kepala, yang dalam ruang kepalanya melepas tanya, pantul memantul tafsiran hanya untuk mencari kepastian jawaban. Kadang pula, aku menjadi seperti tubuh yang hanya sekedar kaki dan tangan, melalang ke luar kamar, masuk ke tengah keseharian, terlibat dan melibatkan diri, hanya untuk mengadu kepada dan menimba kisah dari para sahabat.

Dalam dan melalui kata, kadang aku bermain-main dengan kebodohan, menelisik masuk ke kantung dan kubangan kebobrokan tempat di mana keagungan dan kehinadinaan kata bertakhta. Suatu ketika dari takhtanya, tanpa ada yang bisa memagarinya, kata itu bisa memporakporandakan kemapanan dan menjadi gila. Kata, dari kisah-kisah yang terhempas dan terbuang, bisa menyengat begitu mendalam.

Kadang pula, aku terdampar di malam-malam senyap, menjadikan sunyi yang pekat sebuah tempat wisata paling indah.  Menemukan kata dalam suara-suara malam, dalam rimba kegelapan. Kata, bukan hanya menjadi tidak gila, tetapi juga menjadi manusia paling waras. Ia mencoba untuk merekam suara-suara malam dengan mata hati yang tajam, memajukannya dengan berisik siang jadi simphoni rasa yang indah untuk didendang dan didengar. Hanya mata kata yang dapat melihat segala kehidupan serupa berlian.

Bukan tidak mungkin, karena keutamaan kata itulah, Kitab Suci menulis, ‘pada mulanya adalah firman’, sabda dan atau kata. Dan selanjutnya dalam Al-Quran melanjutkan agar ‘bacalah’. Jika bukan tentang kata yang mengandung kekuatan dan peneguhan, keyakinan dan tanggung jawab atas dan tentang kehidupan lantas tentang apa?

Selapis-lapis kecerdasan dalam kepalaku tidak cukup untuk menuliskan semua kata yang tertabur dalam kehidupan. Kata begitu luas dan dalam, tinggi dan kaya. Dalam dan melalui empat kata: Cinta, Kehidupan, Kematian, dan Tuhan aku mencoba untuk masuk ke tengah realita, menghadirkan diri dalam setiap perjumpaan, dan menyampaikan tentang sesuatu yang terhempas dan terbuang untuk tujuan dan demi  kebenaran-kebanaran.

Namun, melalui keempat kata itu, bukan aku sudah dapat menyelami kedalaman dan juga menggapai keluasannya. Sebab yang kutahu pasti dari kata, dalam dan melaluinya, adalah menjadikan kehidupan lebih bermartabat dari masa ke masa. Kata, baik yang dituturkan dan maupun yang dituliskan, baik yang difirmankan maupun yang dibacakan, selalu harus melahirkan peristiwa.

Jika tidak, kata tidak akan pernah menjadi daging, dan tidak akan pernah tinggal di antara kita. Jika tidak, kata tidak akan memberikan perubahan yang mengarahkan jalan manusia kepada tindakan yang menjujung tinggi peradaban. Inilah makna kata. Menjadi bernyawa, bukan hanya untuk dan atas nama cinta, tetapi juga untuk dan atas nama kehidupan, melampaui kematian untuk berziarah menuju Tuhan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 89 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: