Mata Perawan
Ketika musim basah usai. Ketika tiada lagi mendung. Tiada lagi gerimis. Dan hujan, dan kabut yang pergikan diri entah ke entah, pada ketika itu bulan yang jelita hadirkan diri. Sebulatan bulan perawan. Kau bilang purnama, kukatakan perawan. Jauh pandang dari sang perawan terletak, tak terbilang bintang se-via lactea melepas cahaya.Tak kuasa mereka mendekat-jamah sang perawan, [...]









































