Tulisan yang ditandai ‘pendidikan’

Asal Tahu: Tips dan Trik Untuk Menyontek

Kecil Menyontek, Besar Plagiat, Mungkin Saja! Dengan sengaja saya menulis judul tulisan kecil ini seperti di atas, karena menurut hemat saya, seorang plagiator ‘mungkin’ saja ketika masih di pendidikan dasar sudah belajar menyontek dan menjiplak. Ini masih satu kemungkinan, lebih tepat disebut sebagai salah satu sebab yang mungkin terjadi, karena  mengapa (juga) seorang guru besar [...]

Untuk Apa Sekolah? Waduh…

Pertanyaan yang mengejutkan. Tidak disangka pertanyaan itu akan datang tiba-tiba dari seorang pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah dengan tas di punggung penuh buku pelajaran, yang jika tidak salah kedua hal itu wajib dikenakan dan dimiliki oleh seluruh pelajar di Indonesia. Sebab jika tidak, maka tidak tepat disebut sebagai pelajar. Mengapa? Aku mencoba mengejarnya dengan [...]

Pelajar Tidak Hanya Punya Kepala

Kebiasaan bahwa pelajar tugasnya adalah belajar di ruang kelas dengan setumpuk buku panduan berbagai mata pelajaran, diajarkan dan diberi tugas pekerjaan rumah, dijejali dengan pelajaran sore, selanjutnya memberi penilaian berdasarkan pilihan ganda pada kertas ujian, rupa-rupanya tidak hanya harus dievaluasi tetapi juga direfleksi dan diberi catatan kritis. Bahwa sesungguhnya, sistem dan model belajar yang demikian [...]

Sekolah bukan ‘Rumah Pejagalan Pikiran’

Ada tiga thesis utama yang dikemukakan Bapak Pendidikan Modern, John Amos Comenius tentang pendidikan. Pertama, pendidikan merupakan daya pemersatu uamt manusia. Comenius yakin bahwa pendidikan universal dapat turut memelihara perdamaian dunia. Kedua, Comenius juga mengaitkan pengetahuan keilahian. Ia percaya bahwa dengan memperoleh pengetahuan, umat manusia pada akhirnya diarahkan kepada Allah. Dan ketiga, para siswa hendaknya [...]

Pendidikan Seharusnya Membebaskan

Seorang pelajar mengeluhkan tentang tugas sekolah (baca: belajar) yang kian padat. Setiap hari, pada pagi hingga siang hari, mereka dijejali dengan berbagai ilmu pengetahuan yang ‘dituangkan’ seperti mengisi air ke dalam gentong kosong. Sore hari, mereka dipadatkan lagi dengan pelajaran sore, dengan alasan pendalaman materi dan pengembangan diri. Selanjutnya pada malam hari, mereka harus berkutat [...]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.652 pengikut lainnya.