Tulisan yang ditandai ‘iman’

Jangan Menyebut Nama Tuhan, Jika Pedangmu Menghujamku

Benarkah Tuhan mengizinkan manusia membunuh sesamanya? Dan apakah manusia yang satu disebut sebagai yang benar dan suci jika membunuh manusia yang lain yang disebut sebagai yang kafir, berdosa dan bersalah. Selanjutnya siapakah yang berani mengatakan yang lain sebagai benar dalam Tuhan dan yang lain salah di mata Tuhan, apakah manusia atau Tuhan itu sendiri?  Tidak [...]

Tuhan Kau Bagai Hantu

Aku sedang sendiri. Terpekur dalam kesendirian. Namun itu bukan sepi. Karena di balik dadaku berkecamuk tanya. Tanya-tanya itu berlari-lari. Kejar-mengejar. Tindih menindih.  Tanya-tanya itu bagai sinis, mereka berbagia. Kian hari kian seru, hingga dadaku benar-benar tak terbendung. Aku sakit. Tanya-tanya itu adalah ini: aku punya mimpi, tetapi bagai sulit ditepi. Aku punya karya, tetapi bagai [...]

Kata-Kata Yang Terbantai

Ribuan buku betumpuk-tumpuk di atas meja panjang setinggi lutut. Tingginya membuatku ngeri, karena bagai gundukan kuburan mentah. Di antara gundukan itu menyembul sebatang tiang dengan papan nama ‘Diskon’ pada sisi yang lain bertulis ‘Obral’. Seperti batu nisan, papan nama itu seakan memberi tanda akan kematian, bahwa buku-buku itu adalah korban pembantaian pasar: tidak laku atau [...]

Socrates dan Yesus Tewas karena ‘Salah Ucap’

Sokrates  tewas karena telah melakukan sebuah kesalahan fatal yakni ‘salah ucap’. Putra pasangan Sophroniskos (seorang pemahat batu) dan Phainarete (seorang bidan) ini tewas pada usia tujuh puluh tahun dengan cara meminum racun sebagaimana keputusan yang diterimanya dari pengadilan Athena dengan hasil voting 280 mendukung hukuman mati  dan 220 menolaknya. Lelaki buruk muka, ‘pembenci’ dunia tulis-menulis, [...]

Sabda Zarathustra Selalu Kembali

“Agama, yang mungkin engkau memeluknya. Tetapi engkau tidak mengenalnya. (Agama), yang mungkin engkau mempercayainya. Tetapi engkau dijauhkan olehnya” Ini adalah sekuplet dari ‘Palung Laut Merah Darah’ Alaxander Aur. Dan jauh sebelum sajak ini lahir. Dalam Also sprach Zarathustra, Nietzsche mengejutkan ruang rasa dan pikir kita dengan teriakannya: “Lihatlah, aku mengajarkan Ubermensch kepadamu. Ubermensch adalah makna [...]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.652 pengikut lainnya.