Tulisan yang ditandai ‘filsafat’

Gara-Gara Seniman Jalanan Aku Lulus Kuliah

Ini kisah masa lalu, namun pantas untuk dibagikan, bukan lantaran penting atau perlu, tetapi karena sesuatu yang mungkin itu bisa saja terjadi kapan dan di mana pun. Karena sesuatu yang mungkin selalu dicemaskan sebagai yang tidak mungkin, maka sudah sejak aku mengalami bahwa yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin, sudah sejak itu aku selalu optimis [...]

Aku Yang Terlempar, Sekuplet Sajak Gitanjali

“Aku tidak menyadari saat ketika aku pertama menyeberangi ambang kehidupan” demikian sekuplet puisi dari  Rabinranath Tagore dalam Gitanjali-nya. Dan tentang ketaksadaran mula-mula kehidupan seorang anak manusia serupa itu, merupakan sesuatu yang alamiah. Siapa pun akan mengalami itu, jika hendak menyeberangi ambang kehidupan. Tidak hanya Tagore, tetapi juga kau dan aku. Tagore melukiskan tentang pengalaman eksistensial [...]

Socrates dan Yesus Tewas karena ‘Salah Ucap’

Sokrates  tewas karena telah melakukan sebuah kesalahan fatal yakni ‘salah ucap’. Putra pasangan Sophroniskos (seorang pemahat batu) dan Phainarete (seorang bidan) ini tewas pada usia tujuh puluh tahun dengan cara meminum racun sebagaimana keputusan yang diterimanya dari pengadilan Athena dengan hasil voting 280 mendukung hukuman mati  dan 220 menolaknya. Lelaki buruk muka, ‘pembenci’ dunia tulis-menulis, [...]

Driyakara Pada Sekelompok Anak

Sekelompok anak bermain sepak bola. Umur mereka berkisar sepuluh sampai dua belas tahun. Entah ke mana arah bola ditendang, tidak tentu arah. Mereka tertawa, ketika salah seorang dari mereka terjungkal atau terguling-guling di atas rumput. Ada saat dimana mereka beristirahat sejenak, ketika salah seorang dari mereka mengeluh lelah dan menjerit kesakitan. Mereka sudah selalu seperti [...]

Aku dan Secangkir Kopi Tuan Renatus Cartesius

Pada sebuah kamar, di Neubau, dekat kota Ulm Jerman, seorang lelaki setengah tua mendekam bagai terpenjara. Wajahnya sinis, senyumnya kecut, dahinya terus berkerut bergelombang kecil besar. Sesekali ia memejamkan mata, kemudian terbuka benderang, melempar pandang ke balik jendela. Namun, tidak berapa lama Ia kembali menarik kain jendela sambil melepas kata ”Aku butuh secangkir kopi” Secangkir [...]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.652 pengikut lainnya.