Tulisan yang ditandai ‘damai’

Saatnya Anak Muda Bicara Damai Dengan Menulis

Untuk apa saya menulis? “Itulah sebuah pertanyaan yang saya tujukan untuk diri saya sendiri. Sebab bila saya tak tahu jawabannya, maka tulisan saya akan terasa hampa dan tak bernyawa. Sebab menulis itu harus dari hati dan bukan karena demi gengsi atau mencari popularitas semu. Ingin ngetop atau ingin dipuji sana-sini, dan dipuja banyak orang. Bagi [...]

Do Daidi Dua Penyair Perempuan Aceh Barat

Maci Ida dan Syech Po adalah dua seniman perempuan dari Aceh Barat. Keduanya melantunkan syair dari pentas yang satu ke pentas yang lain. Kedua seniman senior ini, mengabdikan hidupnya hanya untuk seni, dan dari seni yang sama mereka hidup. Syech Po yang selalu mendapatkan inspirasi syair dari kepulan asa rokok lintingan, terkenal sebagai guru tarian [...]

Membaca Pramoedya, Menonton SHE LAGEE

“Sepotong karangan ini melakukan perasaan dan pikiranku, anggapan dan pemandanganku” kemudian Hamid mengambil lem dan ditempelkan selembar kertas kwarto itu di buku hariannya, kemudian lembaran-lembaran yang menjepit drama itu dilemnya pula, sehingga hasil ciptaan itu tersimpan dalam sampul lembaran buku harian. Setelah itu ia pun tidur. Nyenyak. Karena, sebelumnya ia telah berbisik pada hatinya sendiri [...]

Rekaman Lensa di Ulu Masen

  Kawasan hutan Ulu Masen mempunyai luas sekitar 740.000 Ha, yang meliputi lima kabupaten di Aceh, yakni Kabupaten Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Besar, Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya. Ulu Masen merupakan salah satu hutan lindung. Ekosistemnya terjaga, dan keindahannya melahirkan inspirasi. Rekaman gambar  yang ada di halaman ini hanya sedikit dari keindahannya yang diberikannya. [...]

Dari Atas Seutas Kulit Kayu

Sore itu, wajah sungai kelabu. Gelagatnya pun memburu. Menampar-nampar batu, mencabut-cabut akar-akar berjumbai layu, menggerus serta tanah yang bisu. Seekor cacing mengeluh ‘mengapa aku terbawa arus hulu, sedang aku bukan berudu, aku tidak pernah berubah jadi sesuatu, selain serupa aku melata lugu, yang hanya mampu menggembur tanah debu.  Pun ada yang mengadu, tidak sudi membasuh [...]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.652 pengikut lainnya.