Tulisan yang ditandai ‘alam’

Azzahra, Perempuan Bercadar Mawar (6)

Tidak seperti biasa Nurillah terlambat memulai aktivitas rutinnya. Para santriwati sudah berkumpul. Dari ruangan terpisah Azam sesekali menyembulkan kepalanya, mencoba memastikan Nurillah sudah hadir atau belum. Namun, hingga  tiga puluh menit berlalu, Nurillah belum juga menunjukkan dirinya. “Ya Allah, kemana Nurillah” Azam mencoba menebak. Mungkin karena peristiwa kemarin sore. Mungkin Nurillah sudah mengetahui semuanya. Mungkin [...]

Azzahra, Perempuan Bercadar Mawar (5)

Malam tiba. Dengan tanya yang masih merasuk. Azam, Zahra dan Nurillah jatuh dalam pelukan malam dan berstereu dengan tanya-tanya itu. Tidak tenang. Ketiganya bergulat dengan diri mereka sendiri dalam sepi dan kesendirian. Ketiganya bergulat dengan rasa, tentang satu soal, cinta. Azam bergualat dengan ketakutan dan kecemasan. Nurillah bergulat dengan penasaran. Sedang Zahra bergulat dengan kenangan [...]

Hanya Tuhan dan Alam Yang Tahu (21/selesai)

MyNiceProfile.com Idul Fitri adalah momen istimewa dimana segenap mukmin diajak kembali kepada dirinya sendiri, membersihkan hati dan membiarkan dirinya dimiliki Allah. Sarah meyakini itu sungguh. Penjelasan Ustazd Zainudin pada hari-hari belajarnya menguatkan keyakinan itu. Bahwa Idul Fitri adalah peristiwa fitrah bagi seoarang mukmin untuk bertemu dengan Allah. Sebuah momen perjumpaan yang ditunggu-tunggu oleh setiap mukmin [...]

Hanya Tuhan dan Alam Yang Tahu (20)

Tepat pukul 10 pagi, sehari sebelum 1 Syahwal 1431 Hijriyah, Sarah mengikrarkan syahadatnya, disaksikan Azam dan dua sahabatnya Dinda dan Dewi, serta keluarga besar pasantren Al Hidayah, Habib Ridzki, Umi Umayah, Nurillah, para pengasuh yang lain dan beberapa orang santri. Di hadapan ustazd Zainudin dengan wajah tenang dan hati yang rela, Sarah menyatukan dirinya dalam [...]

Hanya Tuhan dan Alam Yang Tahu (18)

Pesan Sarah yang disampaikan Dewi dan Dinda tentu saja mengejutkan Azam. Dadanya bergetar. Jiwanya berontak. Hendak ia menolak keputusan Sarah, dan mengatakan tidak atau jangan, tapi ia tidak kuasa. Ia tak dapat mengelaknya bukan hanya karena keputusan Sarah sudah bulat. Tetapi juga karena ia turut berperan dalam skenario kehidupan Sarah. “Ya Allah, ke dalam tangan-Mu [...]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.652 pengikut lainnya.