Tulisan dari ‘Jejak Album’ Kategori

Sambil Menunggu Ciuman Casillas Terulang (Foto-Foto)

“Jika saya memenangkan kejuaraan Eropa, hal pertama yang akan saya lakukan adalah mencari anda dan memberikan anda sebuah ciuman,” demikian  janji Iker Casillas, yang juga kapten kesebelasan Spanyol kepada reporter Jose Ramon De la Morena yang menanyakan perihal akan terulang kembali atau tidak peristiwa ciuman Iker kepada kekasihnya yang juga seorang reporter televisi olahraga Sara Carbonero pada 2010 ketika Spanyol meraih trophy piala dunia di Afrika Selatan. Apa jawaban Ramon De la Morena atas janji Casillas? Jawabannya menggemaskan “Anda harus melihat apakah anda dapat menangkap saya”.

 Sambil menunggu, apakah janji itu ditepati. (Dan itu terjadi jika dan hanya jika Spanyol mempertahankan gelar sepak bola bergensi daratan benua biru pada 2008 itu. Namun jika tidak, De la Morena akan mencibir “dan engkau (Casillas) tidak dapat menangkap saya”). Lantaran sambil menunggu kisah itu terjadi, mengisi ruang inspirasi kita dengan sengaja saya mempblikasikan sederetan foto aksi ciuman para supporter kesebelasan sepak bola yang berlaga pada Euro 2012. Foto ini saya ambil dari galeri foto catatanbola.com.

Dengan sengaja foto-foto ini diangkat untuk menunjukkan kepada kita perihal euphoria riang. Bahwa sepak bola sebagai ajang olahraga termegah sejagad menjunjung tinggi sportifitas yang ditampil-tunjukkan dalam dan melalui kegembiraan cinta. Terlepas dari kekalahan dan kemenangan yang dilalui dan diperjuangkan, perjumpaan rasa, solidaritas dan cinta kasih adalah yang pertama dan utama.

Saya menduga, apa yang dijanjikan Casillas kepada De la Morena dan selanjutnya jawaban De la Morena atas permintaan Casillas adalah sebuah lelucon. Jauh di balik maksud yang sesungguhnya, yang sudah sedang ditampilkan adalah kegembiraan dan kebersamaan. Bahwa sepak bola adalah medium terakbar untuk semua perjumpaan yang mendamaikan.

This slideshow requires JavaScript.

Wellcome To Labuan Bajo (Foto-Foto)

Catatan kecil ini adalah kumpulan foto perjalanan antara Labuan Bajo, tepi barat Pulau Flores menuju Pulau Rinca, salah satu pulau di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) yang menurut data terakhir terdapat 1.100 ekor biawak purba komodo. Dengan sengaja foto-foto ini dipublikasikan untuk menunjukkan keindahannya. Sungguh, tak ada yang lebih meng-asyik-an selain perjalanan ‘meliuk’ di antara puluhan pulau. Mengapa tidak, selama kurang lebih dua jam perjalanan, mata kita dimanjakan dengan keelokannya.

Paduan warna alam yang tak sanggup dilukiskan dengan kata membentang di hadapan kita. Sedikit yang bisa dikatakan: selat yang tenang menepi di bibir pantai berpasir putih, pulau dan bukit sembul menyembul serupa gundukan cokelat, rinbunan bakau, puluhan pinisi dan kapal motor pesiar merendah-mengapung, dan nun jauh di sana (di luar kawasan Taman Nasional Komodo) para nelayan bentangkan jala. Dari atas perahu dayung kita menyaksikan nasib, perjuangan dan hidup itu sendiri. Semuanya terlukis-saji di bawah langit biru, di bawah bergumpal-gumpal awan yang seperti kejar mengejar. Kita menyaksikan semuanya, memandang segalanya.

Gagahnya Tarian Caci (Foto-Foto), Catatan Perjalanan 2

Kata seorang kawan, tarian perang apa pun gerak dan karakternya merupakan kekerasan yang terstruktur-kemas dalam dan mengatasnamakan seni. Hal itu bisa dimaklumi jika dilihat dari resiko fisik yang diderita oleh para penari. Para penari tidak hanya terluka atau tersayat karena disabet ujung tali pelecut atau karena dilempar tombak bambu dan beling yang ditinju, tetapi juga lantaran resiko itu dirayakan sebagai yang baik.

Jika ditelisik dari sisi itu, tidak hanya akan melahirkan debat panjang, tetapi juga terlalu dangkal untuk dimaklumi. Sebab, sebagai sebuah produk budi dan daya manusia, tarian perang merupakan hasil dari sebuah proses yang panjang yang dalam perkembangannya tidak hanya sekedar mengenang kegagahannya, tetapi juga mengedepankan perayaan perjuangan dan kemenangan (social politik) solidaritas dan kebersamaan (moral sosial), serta puji dan syukur kepada yang Mahakuasa (teologis).

Di belahan Nusa Tenggara Timur tarian perang yang mengedepankan unsur-unsur di atas muncul dalam berbagai bentuk dan ragam. Di Sumba ada Pasola, di Nagekeo ada Tarian Etu dan di Manggarai Raya Caci.  Namun pada kesempatan ini saya hanya hendak menampilkan beberapa foto yang menunjukkan keelokan tarian perang yang bernama Caci dari Manggarai Raya. Dari gambar-gambar ini pembaca bisa menafsirkannya sendiri sesungguhnya seperti apa budaya itu diwariskan dan dihargai.

PARA PETARUNG.Sejarah tarian Caci adalah sebuah bentuk tarian perang yang dibawakan oleh dua orang penari laki-laki. Secara etimologi tarian caci berasal dari dua suku kata ‘ca’ berarti satu dan ‘ci’ berarti uji.

Mempersiapkan diri, memasang atribut 'perang' sebelum 'berangkat ke medan laga'

Sebagian atribut kostum pada pinggang dan kepala

Atribut atau peralatan 'perang' terdapat perisai dan 'senjata'

Resiko dari sebuah perjuangan, pertarungan. Kegagahannya terletak di sini.

Di-laga-kan di depan Rumah Adat, antara Mbaru Gendang dan Compang

Diringi musik dari Gong dan Gendang, dalam foto ini tampak sebagian besar pemusiknya adalah kaum hawa

Seklompok orang memainkan DANDING, mereka bukan sembarang kelompok tetapi mereka adalah paduan penyemangat yang melejitkan syair-syair heroik

Penonton yang menyaksikan Tarian Caci pun kadang larut dalam tarian, tidak hanya penonton lokal, wisatawan asing pun 'berjingkrak'

Belajar Mewarisi Tradisi. Di luar arena, sekelompok bocah memeragakan Caci. Mereka tidak sedang mewarisi kekerasan, tetapi menanamkan tradisi dalam ingatan mereka.

Pantura Flores

Pesisir utara pulau Flores Nusa Tenggara Timur menyimpan pesona wisata laut yang menjanjikan. Andai saja dikelolah dengan baik oleh semua pihak, secara khusus para pembuatan kebijakan sudah barang tentu akan mendatangkan keuntungan bukan hanya secara ekonomi bagi masyarakat sekitar, tetapi juga secara sosial, kepada semua kita bisa berbagi dan memberi kebahagiaan.

Pulang Sekolah, Pulang Kebun

gambar di ambil di Aegela Mbay Nage Keo NTT, awal Januari 2010

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 89 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: