Buku-ku
Banyak pengalaman yang terekam dalam ruang pikir dan rasa kita, lantaran kita berjumpa dengan sesuatu atau seseorang di tengah realitas kehidupan. Semua pengalaman tersebut tampak terpenggal-penggal, terpisah lepas dalam kisah-kisah. Namun, ada yang pasti bahwa setiap perjumpaan menyisahkan kenangan, entah yang membuat kita mengenangnya sebagai yang baik, biasa-biasa saja, atau pun sebagai yang buruk dan menyakitkan.
Berhadapan dengan pengalaman-pengalaman perjumpaan itu, sebagai bagian dari makhluk Tuhan yang mampu berpikir, berasa dan sadar akan keberadaannya, kita ‘diwajibkan’ untuk melalui dan mengalaminya. Tentang hal itu, tidak seorang pun dari kita yang bisa menampiknya. Sebaliknya, kita justru, harus suluk dan ‘tewas’ dalam kehidupan. Kita tidak hanya sekedar melihat, tetapi juga mengalami dan menguraikan kisah-kisah, kenyataan-kenyataan tersebut dengan jernih.
Namun, sampai pada tahap itu, penulis sadar bahwa tidak semua pengalaman dapat dilihat, dialami dan direkam untuk selanjutnya direfleksikan secara tuntas. Karena, selain kita, termasuk di dalamnya penulis, adalah seorang manusia biasa, yang punya kekurangan dan keterbatasan, sebanarnya juga, dan ini adalah yang utama, bahwa segala kesempurnaan adalah milik Tuhan.
Karya sederhana yang sekarang hadir di hadapan pembaca sebenarnya merupakan kumpulan catatan, kisah dan juga refleksi sederhana yang penulis sarikan dari dan dalam setiap perjumpaan dengan keseharian. Kisah-kisah keseharian yang sudah sering kita jumpai. Agar melaluinya kita mampu memaknai kehidupan dengan segenap rasa, dengan segenap jiwa. Kita diajak untuk masuk dalam setiap peristiwa kehidupan kita masing-masing, bergulat dengannya, membangun dialog dengannya dan lantas memetik maknanya. Sebab, demikianlah sejatinya kehidupan. Hidup dan kehidupan berarti menyelami kedalaman kehidupan itu sendiri.
Dalam karya sederhana ini penulis menunjuk ‘aku’ sebagai pelaku kisah. Aku yang dimaksudkan bukan hanya ‘aku’ penulis, tetapi juga ‘aku’ sebagai manusia yang sadar akan pengelamannya masing-masing. Karena penulis yakin bahwa ketika karya ini sampai ke tangan pembaca, ia menjelma menjadi sebuah, sesuatu, bahkan seseorang yang akhirnya membangun dialog secara personal dengan pembaca. Lantas menjadi ‘aku’ di antara ‘aku-aku’ yang lain.
Bagi penulis, ‘aku’ itu adalah ‘kata’, yang di hadapan membaca ‘mungkin’ akan melahirkan tanya dan tafsiran yang ‘mungkin tidak sama’. Penulis mengharapkan agar ‘kata’ yang dikandung dan sudah sedang dilahirkan selanjutnya akan terus melahirkan tanya, semakin banyak, luas, kaya dan mendalam. ‘Kata’ yang dilahirkan oleh ‘aku’ penulis, hanyalah sebuah ‘kata’ mentah, yang diharapkan di tangan ‘aku-aku’ pembaca, ‘kata’ ini diolah dan dimatangkan.
Lantaran itulah karya ini perlu dibagikan, agar bukan hanya bisa berbagi, tetapi juga saling memberi arti. Agar ruang hening, ruang refleksi melahirkan monolog (komunikasi personal dengan diri sendiri dan pemaknaan-pemaknaan yang dimiliki) yang lebih bermakna, bukan hanya untuk ‘aku’, tetapi juga untuk ‘aku-aku’ yang lain. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga dengan orang lain untuk perubahan yang lebih besar dan beradab. Demikianlah maksud penulis mempublikasikan karya sederhana ini.
NASKAH BUKU
(Naskah buku yang saya masukkan dalam halaman ini adalah naskah buku yang belum direvisi, naskah buku sementara ketika sebelum dicetak)












































13 tanggapan kepada “Buku-ku”
Tanagekeo
Oktober 17th, 2010 pada 20:50
Saya sudah lama merindukan kompilasi dari isi blog yang indah ini. Dan JEJAK KATA akan saya cari dan baca serta mengisi pustaka saya. MODO…….Terus berkarya
kris bheda somerpes
Oktober 17th, 2010 pada 23:28
napa jao ngato tii om..jao minta alamat om
Tanagekeo
Oktober 25th, 2010 pada 04:02
te alamat jao Vitalis Ranggawea, Jl. Pendidikan III/54, RT 06/RW 06 Cijantung -Jakarta Timur 13770 . Terima kasih woso.
Kris Bheda Somerpes
Oktober 25th, 2010 pada 11:20
modo om, terima kasih woso
DidiS
November 19th, 2010 pada 13:47
Saya baru sempat baca paragraf pertama “Jejak Kata”. Saya langsung acung jempol untuk kepiawaian Anda dalam merangkai kata. Pasti isinya lebih berguna bila sempat dibaca ….
Kris Bheda Somerpes
November 19th, 2010 pada 19:06
thanks Didi atas komentanya, saya akan mengunjungi anda juga…semoga bisa berbagi
Andin Chayank
Maret 28th, 2011 pada 18:10
aku dah dapat bukunya mas…mksh ya
Kris Bheda Somerpes
Maret 28th, 2011 pada 19:50
Ya Andin, di tunggu ya kritikan dan masukan…hahaha, apa kabar bandung
frumentius somerpes
Maret 31st, 2011 pada 11:38
ka,e, ja’o sudah baca. bukunya bagus untuk dibaca disamping puitis juga menjadi motifasi buat melihat fenomena sosial secara lebih cermat dan kritis. thanks ka’e. ja,o dapat banyak pengelaman dari sini.
mosadaki
September 9th, 2011 pada 15:44
tolong luangkan waktu sedikit utk sedikit berbagi ilmu saat deklarasi pemimpin muda nagekeo 100 % mengabdi dan tidak digaji… saatnya yg muda tampil… karena salah satu kelemahan pemuda saat ini adalah takut jadi pemimpin… sekaligus mau tanya… perempuan bercadar mawar sudah dicetak???
Rafael Yanuar
Januari 5th, 2012 pada 14:09
Saya sudah lama membaca blog ini, dan penasaran dengan bukunya–Jejak Kata, tapi ternyata sulit sekali menemukannya. Bisakah saya memesannya secara langsung pada penulisnya? Alamat e-mail saya lonceng_fajar(at)yahoo(dot)com. Saya di Cirebon.
edilkons10
April 20th, 2012 pada 20:32
saya juga penasaran dengan bukunya
edilkons10
April 20th, 2012 pada 20:33
saya juga penasaran dengan bukunya, bisa lebih sederhana gak?