Astin dan sahabat 'Laskar Peduli'. Foto Cypri JPD

 Pusat rekreasi dan rehabilitasi bagi para penderita kusta dan anak-anak cacat St. Damian Binongko Labuan Bajo Manggarai Barat biasanya sepi. Sehari-harinya, para penderita kusta dan anak-anak cacat biasanya menjalankan aktivitas rutin seperti pemulihan kesehatan, berdoa, serta mengembangkan minat  lewat berkebun dan menyulam.

Namun, pada Minggu, 4 Desember 2011 situasinya berbeda. Pusat rekreasi dan rehabilitasi yang jaraknya tidak seberapa jauh dari Kota Labuan Bajo itu dikunjungi belasan anak yang menamai kelompoknya sebagai ‘laskar peduli’. ‘Laskar Peduli’ sendiri adalah gabungan murid kelas VI Sekolah Dasar Inpres Waemata Labuan Bajo Manggarai Barat.

Kepada  sahabat-sahabat mereka yang kusta dan cacat ‘Laskar Peduli’ tidak sekedar datang berkunjung, tetapi juga membawa sesuatu. “Kami bawa beras, pakaian dan mie” Aku Tres, salah seorang dari mereka. “Ya kami kumpul sendiri kemudian kami bawa ke sini untuk teman-teman kami” timpal Aris. “Nanti Natal kami mau ke sini lagi” tambah seorang yang lain.

Seusai memberikan sumbangan yang dikumpulkan atas inisiatif masing-masing itu, ‘Laskar Peduli’ kemudian menghibur rekan-rekannya yang kusta dan cacat dengan menari bersama.

Tampak ekspresi kegembiraan terpancar dari wajah mereka. Mereka menari, bergoyang dan bercanda, Bahkan, sahabat-sahabat mereka yang cacat pun turut bergoyang. Astin misalnya walau duduk di atas kursi roda ia masih bisa berekspresi. Sesekali ia berteriak minta lagunya diganti. “Dia suka lagu yang semangat, dia suka menari” kata salah seorang sahabat ‘Laskar Peduli’.