Selalu ada kisah ajaib di balik setiap peristiwa manusia. Sudah tidak terbilang berapa kisah yang pernah manusia alami, dan tidak terbilang pula Tuhan memberi kejutan dalam pengalaman-pengalaman tersebut. Tuhan tidak hanya hadir dalam kegembiraan agar kita berhenti untuk sementara waktu memberi ruang bagi keheningan dan beristiqfar “Astagfirullahaladzim”. Tetapi juga hadir dalam penderitaan-penderitaan manusia agar manusia tidak melulu menitihkan air mata dan menunduk pada debu, sebaliknya memaknainya sebagai momen ‘Deo Vindice’ (Dengan) Tuhan sebagai Pelindung (Kita).
Menggemaskan. Keterbatasan ruang kepala dan ruang rasaku memaksaku untuk melukiskan keajaiban, keanehan, kemahaagungan, pun kedasayatan kehadiran Tuhan sebagai ‘menggemaskan’. Mengapa tidak? Dia seperti tamu tidak diundang. Dia selalu hadir lewat jendela, sekalipun Dia mengajari manusia untuk melewati pintu. Dia hadir seperti penyamun di malam hari ketika semua tidak berjaga dan sudah sedang nyenyak. Dia mengajari manusia untuk tidak membalas tamparan dengan tamparan, tetapi pada saat yang sama pipi kita memar karena tamparan-Nya. Sungguh menggemaskan.
Namun tanpa sadar, merefleksikan kehadiran Tuhan yang menggemaskan membuat manusia kian beriman. Kehadiran-Nya yang menyentak memberikan keyakinan kepada manusia bahwa sesungguhnya Tuhan tidak pernah jauh dari hidup dan kehidupan. Tuhan tidak hanya hadir dalam gembira, tetapi juga dalam setiap titihan air mata. Setiap tawa yang lepas adalah pujian dan syukur, juga merupakan peringatan untuk merendah. Air mata yang tumpah adalah berkat dan anugerah, juga merupakan peringatan untuk kuat dan sabar.
Dari Ayub sampai Setelah Ali Yakubov
Ayub diuji merana separuh nyawa, hanya untuk menguji kesetiaan dan kesabaran. Kejutan untuk Ayub datang di akhir cerita ketika serupa doa Ayub berujar “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal…itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui…oleh karena itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu”
Tidak hanya Ayub dalam sejarah Kitab Suci yang menampil-gambarkan Tuhan yang menggemaskan. Dalam peristiwa kehidupan manusia yang lain Tuhan pun hadir memberi kejutan yang membuat mulut manusia menganga. Pada 2009 di Dagestan Chechnya, di selatan Rusia misalnya, Sesuatu yang aneh tapi nyata terjadi. seorang bayi laki-laki mengejutkan dokter yang menanganinya. Tim dokter ini terheran-heran setelah tulisan ayat-ayat Al Quran menghiasi kulitnya.
Sejak itu, munculnya tulisan-tulisan Arab yang bertebaran di punggung, lengan, kaki dan perutnya. Menariknya, keluarganya mengklaim, selalu ada tanda-tanda sebelum ayat-ayat baru muncul, dua kali dalam sepekan. Seperti dilansir dari The Sun, tim medis mengatakan, pihaknya tidak bisa menjelaskan kondisi misterius Ali Yakubov, tapi mereka membantah, tanda ini ditulis oleh seseorang pada kulit bayi ini.
Ibu Ali Yakubov, Madina mengatakan, dia dan suaminya bukanlah pemeluk Islam yang taat, hingga ayat-ayat Al Quran itu muncul di kulit bayinya. Sebelumnya, mereka menyembunyikan kondisi bayi mereka, tapi akhirnya mengungkapkan hal ini pada dokter mereka. Sekarang Ali Yakubov menjadi perhatian komunitas Muslim di provinsi Dagestan. Salah satu pemimpin Muslim di Dagestan, Ahmedpasha Amiralaev mengatakan, “Anak ini pertanda asli dari Tuhan. Allah mengirim dia ke Dagestan untuk menghentikan perang dan ketegangan di republik kami.”
Berbeda dengan Ali Yakubov Di Dagestan, di Indonesia kita kehadiran Tuhan yang menggemaskan lewat Immanuel Tegar. Immanuel adalah bayi laki-laki yang selamat dari terjangan ombak raksasa setinggi 10 meter yang dipicu gempa dahsyat berkekuatan 7,2 pada Skala Richter (SR). Bayi berumur satu bulan itu selamat dari tsunami yang menghantam kepulauan Mentawai yang menghadap ke Samudera Hindia itu pada 25 Oktober 2010 malam.
Kisah teranyar. yang nyaris sama dialami Immanuel adalah kisah seorang bayi yang selamat dari terjangan tsunami Jepang pada 11 Maret 2011. Seperti dikutip dari laman The Sun, edisi Selasa 15 Maret 2011, tentara menemukan bayi empat bulan itu saat mencari korban tsunami di tengah lumpur air laut yang meyelimuti di kota Ishinomaki, empat hari setelah bencana gempa berkekuatan 9 SR dan gelombang tsunami setinggi 10 meter itu.
(Foto Ilustrasi adalah lukisan Kahlil Gibran, Teks dari Berbagai sumber)










































