Arsip untuk Maret 15th, 2011

Tsunami dalam Sejarah Dunia

Tsunami (bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti “ombak besar di pelabuhan”) adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut,longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter.

Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombangtsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.

Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih.

Sejarawan Yunani bernama Thucydides merupakan orang pertama yang mengaitkan tsunami dengan gempa bawah laut. Namun hingga abad ke-20, pengetahuan mengenai penyebab tsunami masih sangat minim. Penelitian masih terus dilakukan untuk memahami penyebab tsunami.

Teks-teks geologigeografi, dan oseanografi di masa lalu menyebut tsunami sebagai “gelombang laut seismik”.Beberapa kondisi meteorologis, seperti badai tropis, dapat menyebabkan gelombang badai yang disebut sebagai meteor tsunami yang ketinggiannya beberapa meter diatas gelombang laut normal. Ketika badai ini mencapai daratan, bentuknya bisa menyerupai tsunami, meski sebenarnya bukan tsunami. Gelombangnya bisa menggenangi daratan. Gelombang badai ini pernah menggenangi Burma (Myanmar) pada Mei 2008.

Wilayah di sekeliling Samudra Pasifik memiliki Pacific Tsunami Warning Centre (PTWC) yang mengeluarkan peringatan jika terdapat ancaman tsunami pada wilayah ini. Wilayah di sekelilingSamudera Hindia sedang membangun Indian Ocean Tsunami Warning System (IOTWS) yang akan berpusat di Indonesia. Bukti-bukti historis menunjukkan bahwa megatsunami mungkin saja terjadi, yang menyebabkan beberapa pulau dapat tenggelamjang sejarah. Kerugian ekonomi akibat gempa bumi dan tsunami yang berpusat di Samudera Hindia, dan menghancurkan Aceh, pada 2004 diperkirakan hanya US$10 miliar. Gempa yang berpusat di 130 km sebelah timur Sendai, Honshu, atau 373 km tenggara Tokyo pada kedalaman 24 km itu mengakibatkan tsunami yang menyapu kawasan pesisir Timur Laut Jepang.

Tsunami Dalam Lintasan Sejarah

Gempa bumi berkekuatan 9 Skala Richter mengguncang Jepang sekitar pukul 14.46 waktu setempat pada 11 Maret 2011, menurut data Badan Meteorologi Jepang merupakan yang terdahsyat dalam kurun waktu 140 tahun terakhir. Gempa ini bahkan melampaui gempa besar di Kanto, Honshu, pada 1 September 1923. Guncangan gempa berkekuatan 7,9 SR kala itu membunuh sedikitnya 140 ribu warga yang tengah berada di kawasan Tokyo.

Gempa besar terakhir melanda kawasan Kobe pada 1995 yang memicu kerugian ekonomi mencapai US$100 miliar. Ini diklaim sebagai bencana alam paling mahal sepanjang sejarah. Kerugian ekonomi akibat gempa bumi dan tsunami yang berpusat di Samudera Hindia, dan menghancurkan Aceh, pada 2004 diperkirakan hanya US$10 miliar. Gempa yang berpusat di 130 km sebelah timur Sendai, Honshu, atau 373 km tenggara Tokyo pada kedalaman 24 km itu mengakibatkan tsunami yang menyapu kawasan pesisir Timur Laut Jepang.

Di bawah ini merupakan catatan sejarah Tsunami yang dirangkum-ringkas dari berbagai sumber:

1.            6.000 SM Gugusan salju besar di Sisilia longsor dan jatuh ke laut. Longsor yang terjadi pada 8 ribu tahun lalu ini memicu bencana tsunami tersebar di Laut Mediterrania. Tidak ada catatan sejarah bencana ini. Hanya para ilmuwan geologi memperkirakan tsunami dengan kecepatan 320 kilometer per jam ini mencapai ketinggian gedung 10 lantai.

2.            426 SM: Teluk Maliakos, Yunani Timur
Inilah pertama kalinya orang menghubungkan tsunami dengan gempa yang terjadi sebelumnya.

3.            21 Juli 365: Alexandria, Mediterania Timur
Tsunami setinggi lebih dari 30 meter. Membunuh ribuan orang, kapal terhembalang ke daratan sejauh 3,2 kilometer.

4.            684: Hakuho, Jepang
Tsunami pertama yang tercatat di Jepang, setelah gempa 8,4 pada skala Richter.

5.            887: Ninna Nankai, Jepang
Tsunami melantakkan Kyoto. Pantai dan teluk Osaka rusak berat.

6.            1361: Shuhei Nankai, Jepang
Gempa 8,4 SR dan tsunami Nankaido menewaskan 660 orang, menghancurkan 1.700 rumah.

7.            1541: Nueva Cadiz, Venezuela
Kota Nueva Cádiz, yang berpenghuni 1.500 orang, disapu gempa dan tsunami.

8.            1605: Keich? Nankaido, Jepang
Gempa 8,1 SR dan tsunami 30 meter menenggelamkan 5.000 orang.

9.            1700: Pulau Vancouver, Kanada
Gempa Cascadia, yang berkekuatan 9 MW, menyebabkan tsunami besar yang merambat ke Pasifik Barat Laut hingga ke Jepang.

10.         1707: Jepang
Gempa 8,4 SR memicu tsunami 25,7 meter yang menghantam Kochi Prefecture, menghancurkan 29 ribu rumah dan menewaskan lebih dari 50 ribu orang.

11.         1 November 1755: Lisabon, Portugal
Tsunami setinggi 15 meter menewaskan ratusan ribu orang. Dalam empat jam, gelombang tsunami sampai ke Cornwall, Inggris, sejauh 1.600 kilometer.

12.         1771: Kepulauan Yaeyama, Okinawa, Jepang
Tsunami setinggi 85 meter menenggelamkan belasan ribu orang.

13.         1792: Gunung Unzen, Kyushu, Jepang
Letusan gunung api menyebabkan tanah longsor, yang menimbulkan tsunami setinggi 100 meter (megatsunami kecil).

14.         1833: Sumatera, Indonesia
Gempa berkekuatan 8,8-9,2 SR mengakibatkan tsunami besar yang menyapu pesisir barat Sumatera.

15.         1854: Nankai, Tokai, dan Kyushu, Jepang
Gempa Ansei terdiri atas dua gempa 8,4 SR dan satu gempa 7,4 SR dalam tiga hari, yang menghasilkan gelombang setinggi 28 meter dan menewaskan 100 ribu orang.

16.         1868: Kepulauan Hawaii
Gempa 7,5 SR memicu longsor Gunung Mauna Loa, yang memicu tsunami setinggi 18 meter. Tsunami menyapu semua rumah dan manusia di pulau itu.

17.         1868: Arica, Cile
Gempa 8,5 SR di palung laut Peru-Cile melahirkan tsunami yang menerjang pelabuhan Arica dan Peru, menewaskan 70 ribu orang.

18.         27 Agustus 1883: Krakatau, Selat Sunda, Indonesia
Muntahan magma Krakatau menyebabkan dasar laut runtuh dan menimbulkan tsunami hingga 40 meter di atas permukaan laut. Tsunami menerjang Samudra Hindia dan Pasifik hingga ke pantai barat Amerika dan Amerika Selatan.

19.         1896: Meiji Sanriku, Jepang
Tsunami mencapai 30 meter dan menewaskan 27 ribu orang.

20.         1923: Kanto, Jepang
Gempa besar Kanto meratakan Tokyo, Yokohama, dan sekitarnya, diikuti tsunami 12 meter.

21.         1958: Teluk Lituya, Alaska, Amerika
Gempa menyebabkan megatsunami setinggi 520 meter.

22.         1960: Valdivia, Cile
Gempa terbesar, 9,5 SR di lepas pantai Cile memicu tsunami paling dahsyat pada abad ke-20. Gelombang setinggi 25 meter menyebar ke Samudra Pasifik hingga pantai Sanriku, Jepang, 22 jam kemudian. Lebih dari 6.000 orang di seluruh dunia tewas.

23.         1964: Alaska, Amerika
Gempa 9,2 SR mengguncang Alaska, British Columbia, California, dan kota pantai di barat laut Pasifik serta menimbulkan tsunami lebih dari 30 meter.

24.         2004: Pantai barat Aceh, Samudra Hindia
Pada Minggu 26 Desember, gempa 9,1 SR menimbulkan tsunami besar yang menewaskan 166 ribu di Aceh dan 320 ribu orang dari delapan negara yang dilewati gelombang itu hingga ke Thailand, pantai timur India, Sri Lanka, bahkan pantai timur Afrika di Somalia, Kenya, dan Tanzania.

25.         2005: Nias, Indonesia
Gempa 8,7 SR di lepas pantai Nias menewaskan 1.300 orang.

26.         2006: Pangandaran, Indonesia
Gempa 7,7 SR mengguncang dasar Samudra Hindia, 200 km selatan Pangandaran, memicu gelombang tinggi hingga 6 meter di Pantai Cimerak. Sekitar 800 orang dilaporkan hilang.

27.         2007: Kepulauan Solomon
Gempa 8,1 SR dekat Kepulauan Solomon menimbulkan tsunami setinggi 5 meter, yang menyebar hingga ke Jepang, Selandia Baru, dan Hawaii.

28.         Jumad, 11 Maret 2011: Sendai, Jepang
Gempa kekuatan 9 SR di pesisir timur Honshu, Jepang, memicu tsunami setinggi 10 meter dan menyebar ke Samudra Pasifik.

Sumber dan Artikel terkait:

Sumber dan keterangan Gambar:

* http://foto.vivanews.com/read/3117-evakuasi-korban-gempa-bumi-dan-tsunami-jepang

* Tangan seorang pria yang tewas tertimpa reruntuhan akibat gempa bumi 9 SR yang mengguncang Jepang, Jumat, 11 Maret 2011. (AP Photo/Gregory Bull)

Merefleksikan Peran

Mewujudkan komunitas yang mandiri dan berdaya atau membangun solidaritas kemanusiaan atau berjalan bersama masyarakat menuju masa depan yang lebih baik dan masih banyak lagi. Demikian sederetan slogan para pekerja kemanusiaan atau aktivis masyarakat sipil. Sekedar slogan kosong? Tidak juga. Benar-benar mengusung slogan tersebut?. Inilah poin penting yang menjadi isi catatan kecil ini, secara khusus perihal seberapa jauh slogan tersebut menyentuh-pengaruhi seorang pekerja kemanusiaan atau aktivis masyarakat sipil dalam perannya di tengah komunitas.

Hal pertama dan utama yang perlu ditegaskan adalah jangan coba-coba menjadi seorang aktivis masyarakat sipil atau seorang pekerja kemanusiaan jika dan hanya jika berdasarkan pada proyek. Pun, jika dan hanya jika berdasarkan pada besaran modal bantuan. Kendatipun dua hal ini penting, tetapi bukan menjadi prioritas.

Hal pertama dan utama yang perlu dipunyai oleh seorang pekerja kemanusiaan dan atau aktivis masyarakat sipil adalah pada semangat kerja, dorongan rasa, kemauan, sikap peduli dan keberpihakan pada perubahan. Jika mau dirangkum-ringkas, sebenarnya semangat kerja seorang pekerja kemanusiaan dan atau aktivis masyarakat sipil adalah pelayanan.

Pelayanan, artinya melampaui dari sekedar hadir dan ada untuk menumpahkan gagasan dan pandangan tentang strategi pembangunan sebuah komunitas, sang pekerja kemanusiaan atau aktivis masyarakat sipil harus selalu menjadi bagian dari komunitas itu sendiri. Terlibat dan melibatkan diri di tengah komunitas, dalam merancang-bangun sebuah komunitas merupakan visi dan misi utamanya. Totalitas, saya kira ya! Minimalis, saya kira bukan naluri dasar-bawaan seorang pekerja kemanusiaan atau aktivis masyarakat sipil (kecuali yang karbitan)

Maksud penjelasan di atas sebenarnya mencakup dua hal penting. Pertama, pekerja kemanusiaan dan atau aktivis masyarakat sipil bukan berstatus sebagai tamu untuk sebuah komunitas yang dituju. Tetapi merupakan satu anggota masyarakat yang harus bisa membaur-lebur dalam keseharian komunitas. Lantaran itu, kekuatan relasi dan bangunan komunikasi yang transparan dan jujur menjadi kunci utama dalam membangun sinergi. Selanjutnya, sang aktivis dan atau pekerja kemanusiaan dituntut tidak hanya mampu berpikir sebagaimana yang dipikirkan anggota komunitas, tetapi juga menangkap roh dan arah mimpi-mimpi mereka.

Kedua, hal di atas sebenarnya mau menegaskan pula tentang posisi. Bahwa posisi aktivis masyarakat sipil dan atau pekerja kemanusiaan adalah terlibat dan leibatkan diri di tengah komunitas. Itu artinya, peran yang mesti diambil adalah memberikan alternatif-alternatif perubahan, tanpa harus mengabaikan potensi dan kekayaan sosial dan budaya sebuah komunitas. Tujuan peran seorang aktivis masyarakat sipil atau pekerja kemanusiaan adalah maksimalisasi potensi-potensi sosial, politik, budaya, agama dan bahkan kebiasaan sebuah komunitas. Tujuan peran yang lain adalah membantu mensistematisasi dan atau memetakan arah pembangunan komunitas secara bersama-sama bersama segenap anggota komunitas.

Penjelasan di atas saya kira cukup untuk menjelaskan seberapa jauh slogan-slogan, seperti yang sudah disebutkan di bagian awal catatan ini, menyentuh-pengaruhi seorang pekerja kemanusiaan atau aktivis masyarakat sipil dalam perannya di tengah komunitas. Kualitasnya diukur oleh hal-hal sebagai berikut: Semangatnya adalah pelayanan, posisinya di tengah komunitas adalah terlibat dan melibatkan diri, dorongan sikap dan perannya adalah kemauan serta peduli, dan arah keberpihakannya mendorong (bukan menciptakan) terwujudnya komunitas yang mandiri dan berdaya.

Tuhan Yang Menggemaskan

Selalu ada kisah ajaib di balik setiap peristiwa manusia. Sudah tidak terbilang berapa kisah yang pernah manusia alami, dan tidak terbilang pula Tuhan memberi kejutan dalam pengalaman-pengalaman tersebut. Tuhan tidak hanya hadir dalam kegembiraan agar kita berhenti untuk sementara waktu memberi ruang bagi keheningan dan beristiqfar “Astagfirullahaladzim”. Tetapi juga hadir dalam penderitaan-penderitaan manusia agar manusia tidak melulu menitihkan air mata dan menunduk pada debu, sebaliknya memaknainya sebagai momen ‘Deo Vindice’ (Dengan) Tuhan sebagai Pelindung (Kita).

Menggemaskan. Keterbatasan ruang kepala dan ruang rasaku memaksaku untuk melukiskan keajaiban, keanehan, kemahaagungan, pun kedasayatan kehadiran Tuhan sebagai ‘menggemaskan’. Mengapa tidak? Dia seperti tamu tidak diundang. Dia selalu hadir lewat jendela, sekalipun Dia mengajari manusia untuk melewati pintu. Dia hadir seperti penyamun di malam hari ketika semua tidak berjaga dan sudah sedang nyenyak. Dia mengajari manusia untuk tidak membalas tamparan dengan tamparan, tetapi pada saat yang sama pipi kita memar karena tamparan-Nya. Sungguh menggemaskan.

Namun tanpa sadar, merefleksikan kehadiran Tuhan yang menggemaskan membuat manusia kian beriman. Kehadiran-Nya yang menyentak memberikan keyakinan kepada manusia bahwa sesungguhnya Tuhan tidak pernah jauh dari hidup dan kehidupan. Tuhan tidak hanya hadir dalam gembira, tetapi juga dalam setiap titihan air mata. Setiap tawa yang lepas adalah pujian dan syukur, juga merupakan peringatan untuk merendah. Air mata yang tumpah adalah berkat dan anugerah, juga merupakan peringatan untuk kuat dan sabar.

Dari Ayub sampai Setelah Ali Yakubov

Ayub diuji merana separuh nyawa, hanya untuk menguji kesetiaan dan kesabaran. Kejutan untuk Ayub datang di akhir cerita ketika serupa doa Ayub berujar “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal…itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui…oleh karena itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu”

Tidak hanya Ayub dalam sejarah Kitab Suci yang menampil-gambarkan Tuhan yang menggemaskan. Dalam peristiwa kehidupan manusia yang lain Tuhan pun hadir memberi kejutan yang membuat mulut manusia menganga. Pada 2009 di Dagestan Chechnya, di selatan Rusia misalnya, Sesuatu yang aneh tapi nyata terjadi. seorang bayi laki-laki mengejutkan dokter yang menanganinya. Tim dokter ini terheran-heran setelah tulisan ayat-ayat Al Quran menghiasi kulitnya.

Sejak itu, munculnya tulisan-tulisan Arab yang bertebaran di punggung, lengan, kaki dan perutnya. Menariknya, keluarganya mengklaim, selalu ada tanda-tanda sebelum ayat-ayat baru muncul, dua kali dalam sepekan. Seperti dilansir dari The Sun, tim medis mengatakan, pihaknya tidak bisa menjelaskan kondisi misterius Ali Yakubov, tapi mereka membantah, tanda ini ditulis oleh seseorang pada kulit bayi ini.

Ibu Ali Yakubov, Madina mengatakan, dia dan suaminya bukanlah pemeluk Islam yang taat, hingga ayat-ayat Al Quran itu muncul di kulit bayinya. Sebelumnya, mereka menyembunyikan kondisi bayi mereka, tapi akhirnya mengungkapkan hal ini pada dokter mereka. Sekarang Ali Yakubov menjadi perhatian komunitas Muslim di provinsi Dagestan. Salah satu pemimpin Muslim di Dagestan, Ahmedpasha Amiralaev mengatakan, “Anak ini pertanda asli dari Tuhan. Allah mengirim dia ke Dagestan untuk menghentikan perang dan ketegangan di republik kami.”

Berbeda dengan Ali Yakubov Di Dagestan, di Indonesia kita kehadiran Tuhan yang menggemaskan lewat Immanuel Tegar. Immanuel adalah  bayi laki-laki yang selamat dari terjangan ombak raksasa setinggi 10 meter yang dipicu gempa dahsyat berkekuatan 7,2 pada Skala Richter (SR). Bayi berumur satu bulan itu selamat dari tsunami yang menghantam kepulauan Mentawai yang menghadap ke Samudera Hindia itu pada 25 Oktober 2010 malam.

Kisah teranyar. yang nyaris sama dialami Immanuel adalah kisah seorang bayi yang selamat dari terjangan tsunami Jepang pada 11 Maret 2011. Seperti dikutip dari laman The Sun, edisi Selasa 15 Maret 2011, tentara menemukan bayi empat bulan itu saat mencari korban tsunami di tengah lumpur air laut yang meyelimuti di kota Ishinomaki, empat hari setelah bencana gempa berkekuatan 9 SR dan gelombang tsunami setinggi 10 meter itu.

(Foto Ilustrasi adalah lukisan Kahlil Gibran, Teks dari Berbagai sumber)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 89 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: