Izinkan saya mengangkat kembali tulisan ini, (yang pernah saya posting di Wikimu.Com pada 2007 silam). Tidak ada perubahan sekiditpun baik dalam naskah maupun komentar-komentar para pembaca. Dengan sengaja saya mengangkatnya kembali untuk mengatakan kepada pembaca perempuan merokok (termasuk laki-laki) itu bukan soal benar atau salah, tetapi lebih berkaitan dengan baik atau buruk secara medis. Namun yang menjadi soal adalah bahwa tentang perempuan perokok itu baik dan benar di mata masyarakat masih akan tetap diper.debatkan
Nah di bawah ini adalah kisah dan komentar-komentarnya.
Teman saya Nani diputus Robby pacarnya gara-gara kedapatan mengisap sebatang Menthol. Tapi yang menarik Nani tidak menyesali keputusan pacarnya tersebut, justru sebaliknya ‘so what gitu loh’ komentarnya.
“Perempuan kayak gitu dah gak benar, gue jadi gak nyangka ama dia” kesal Robby. “Biarin aja dia bilang begitu ke gue. gue orangnya fine-fine aja. Tapi sorry aja ya, salah besar kalau dia bilang gue perempuan gak benar kalau hanya gara-gara kedapatan ngerokok” jelas Nani ketika keduanya berpisah.
Nani, tanpa sadar sebetulnya menjadi ‘korban’ kebiasaan yang selalu mengidentifikasikan bahwa merokok itu hanya selera ‘pria pemberani’. Nani, mungkin hanya seorang perempuan dari sekian banyak perempuan di dunia ini yang mencoba keluar dari kungkungan dan cengkraman pandangan seperti itu. Bahwa merokok bukanlah monopoli kaum lelaki, apalagi dijadikan sebagai ukuran seseorang itu bertingkah laku baik atau tidak, soapan atau tidak sopan.
“Gue kerja, jadi gue butuh relaksasi” kata Nani mencoba memberikan alasan mengapa dia merokok. “Gue juga tahu, resiko apa yang gue hadapin, tetapi sejauh membahagiakan gue, ya gak masalah” katanya lebih lanjut.
Merokok memang merugikan dan membahayakan kesehatan. Tetapi dengan merokok orang bisa berelaksasi, sebuah kebahagiaan ‘bisa’ digapai. Rupa-rupanya ini adalah ‘dilema’ yang menarik untuk ditelisik. Apakah perempuan tidak boleh merokok? Apakah merokok hanya menjadi kebiasaan laki-laki? Apakah perempuan perokok adalah perempuan kurang sopan? Nani dan Roby sudah menjawabnya. Lalu pembaca?
Komentar/Tanggapan Pembaca
| Komentar Nawita
“Perempuan kayak gitu dah gak benar, gue jadi gak nyangka ama dia” kesal Robby. lucky nani… |
| Komentar Rudy
gak laki gak perempuan..merokok memang gak bener kok..so yang ngelakuin juga gak bener….. kita punya orang tidak suka sama orang perokok…
|
| Komentar Lita Mariana
Terlepas dari pikiran sempit, yang pasti kalau merokok di tempat umum (bukan di smoking area atau daerah pribadi mis. rumah, kamar) di tengah orang-orang yang tidak merokok, tetap saja: TIDAK SOPAN. Kecuali jika selain perokok rela dan mengizinkan, itu beda urusannya.
|
| Komentar Ndlahom
Saya cewek, saya juga (untungnya…) cewek baik-baik dan saya pernah merokok. Tapi saya bukan perokok. Saya pernah mencoba merokok gara-gara penasaran bagaimana rasanya dan kenapa cowok begitu cintanya sama rokok. Kata mereka, merokok itu enak dan bisa membawa masalah yang sedang dihadapi menjadi hilang seiring dengan membumbungnya asap rokok yang terhembus dari mulut mereka. Saya pun mencoba. Sampai akhirnya beberapa hari saya mencoba, saya tidak menemukan apa yang mereka katakan. Yang ada, badan saya bau asap dan kepala saya pusing. Tapi sejauh ini saya cuma sekali dua kali merokok di hadapan teman2, selebihnya saya lebih memilih sendirian. Dan sedari awal saya mencoba merokok sampai sekarang, saya tidak habis 1 pak. Hanya sekitar 6-7 batang saja. Kenapa begitu? Karena saya tidak kepingin merokok.
|
| Komentar Rock "van" Roll
gw peroko berat,sehari minimal 1 bungkus. masalah mo ngeroko’ ato ga si terserah individu masing2 karna kita punya persepsi yg beda2,tergantung dari sudut pandang apa.yang jelas gw setuju banget ama mba Lita Mariana,selama ngeroko ditempat yang emang smoking area,ya bole aja. bagi2 cerita dikit,gw pernah ribut diangkot sepulang kuliah gara2 ada yg ngeroko dan kondisi angkot penuh,ditegor malah balik ngancem,jadilah ‘pertempuran’ kecil,…untungnya dimana2 yg bener pasti menang,haha! gw sadar ngroko ga baik,makanya kalo udah ga baik ya tau diri, minimal ga ngeroko di tempat umum..ngroko lah di privat area.
|
| Koemntar Feliyanus Gea
kalo di indo (mungkin di asia) stigma perempuan yang merokok itu cewe ga bener sangat kental, padahal di luar biasa aja.. kalo saya punya pacar yang merokok, biarin saja..yang nanggung sakitnya kan dia..
|
| Komentar Agus Mardhika
Berani merokok siap-siaplah suatu saat anda pasti akan tersundut api rokok. Bila Anda merokok (khususnya perempuan) siap-siaplah Anda akan dicap perempuan ga bener, karena memang itu sudah tertanam dibenak banyak orang, dan tidak bisa menyalahkan terhadap penilaian tersebut. Lagian juga kalau mo jadi perempuan baik-baik ngapain juga ngerokok sih, kaya ga ada kerjaan lain aja. dari beberapa teman saya kalau ditanya alasannya kenapa merokok : 1. Ingin diterima/biar lebih akrab dalam pergaulan.. (apaan seeehhhh… ga musti ngerokok laaahh.. cukup jajanin kita aja tiap hari, pasti lebih diterima..:-)) 2. Ingin menjadi perhatian orang banyak (teriak-teriak aja dijalanan.. pasti diperhatikan orang.. Betuull) 3. Streess putus dari pacar.. (idiihhh jijay bajay) 4. Ribut ma orang tua (waduh.. ngerorok sih ga nyelesein malah kali yah..) 5. Dengan merokok bisa mendapatkan inspirasi.. (well, kalau hasil baik sih.. ya mo bilang apa lagi..) 6. dll.. tetapi bukan berarti merorok itu adalah “Halal” untuk kaum pria saja, tetapi memang dari jaman bahelanya begitu, yang ngerokok itu pada umum kaum laki-laki.
|
| Komentar Mira Tj
IMHO, wanita-wanita perokok sebenarnya dalam banyak hal justru lebih pede daripada kami yang tidak merokok, entah mengapa. Saya pernah nyoba ngrokok… dulu… pas TK, hehehehe… jelas batuk-batuk tak karuan. Abis itu kapok, sampai sekarang. IMHO lagi, kegiatan merokok bagi wanita itu sebenarnya kegiatan kuno banget. Di kota kecil tempat alm.nenek gw, yang ngrokok tuh justru nenek-nenek dan ibu-ibu yang udah tua-tua gitu deh.
|
| Komentar Damory
Gak apa-apa sih, paling nanti jadi mandul dan penyakitan. Apa lagi kalau ngerokok ketika hamil. Nanti anaknya pasti ada masalah dengan paru-parunya. Ya gak bener juga. Cewek kok bau rokok, kayak abang-abang. Maunya harum bau parfum.
|
| Komentar Monica
wah…tu cowok emg ga perlu dijadiin pacar cuma gara-gara merokok aja jd putus cowok EGOIS namanya… ga perlu dipertahankan lah cowok kek gitu menurut gw yg ngerokok itu seh fine2 aja ngapain denger omongan cowok jita ga bs jd diri sendiri padahal kan kl pacaran kita tetep bs jd diri sendiri……. hidup itu merdeka… belum tentu cewek ngerokok itu ga bener…
|
| Komentar Alen Citra
Aku sependapat dengan Monika n Aku salut benar ama Nani. Saya juga ngerokok, tapi kadang-kadang, and aku bukan cewek yang gak benar. Identifikasi seperti yang diberikan Robby kayaknya terlalu belebihan dan picik. Sejauh gak merusak orang lain, ngerokok di kamar, dan untuk relaksasi, bagi aku ga masalah kok. makasih mas/bung kris atas info ceritanya, menarik n berguna buat siapapun yang membenci kemapanan yang bobrok.
|
| Komentar Danang
Menurut saya seorang cewek merokok itu hal biasa apalagi di Jakarta ini, yang penting asal tau tempat, tidak berlebihan dan beli pakai duit sendiri. Kalau belum bisa cari uang sendiri jangan ngrokok, itu kata orang tua saya dulu waktu pertama kali saya mencoba merokok
|
| Komentar Kasyanto
Merokok untuk relaksasi???? Kan bisa yoga atau meditasi atau berdoa. Saya setuju kalau cewe yang merokok itu cewek ga bener, ga bener wawasannya. Nanti kalau kena penyakit, panik. Karena tegang, panik, stres, dll. terus merokok lagi agar bisa relaksasi. Seperti lingkaran setan aja. Btw, Kris Bedha pintar juga bikin topik. Dua jempol deh buat Kris Bedha.
|
| Komentar Silvi Anhar
bener ga nya cewek merokok sih tergantung orang yg memandangnya. aku dulu, krn pergaulanku selalu ga liat cewek merokok, walhasil ketika ospek hari pertama, aku disemprot asap rokok ama seniorku, klo cowok aku ga kaget, tapi pas cewek yg lakuin itu aku shock banget… hah kok ada cewek yg ngerokok? tapi setelah aku kuliah, aku bisa menerima temenku yg cewek merokok, itu adlah hak dia, bagi ku ga ada masalah aku tetap berteman baik dengan dia.. sekali lagi benar atau tidak itu tergantung yg menilainya.
|
| Komentar Raden
Mas kasyanto……betul bung, sebetulnya jalan untuk relaksasi yang lebih positip itu banyak, tetapi entah mengapa orang lebih suka memilih merokok. Mungkin ingin ‘melayang jauh terbang tinggi bersama asapnya’ kali. Bukan hanya perempuan, tetapi sebenarnya laki-laki juga tidak punya wawasan yang luas jika memilih rokok sebagai sarana relaksasi. Kan udah tahu bahayanya, tetap aja ambil resiko. Itu namanya bunuh diri. Betul bung Kusyanto saya salut dengan topik yang kayak gini, aktual dan sangat relevan.
|
| Komentar Wencia
Kalo cewek ngerokok ya biasa” aja sich cuman kasian tuch buat janin nya tapi juga ada penyakit mematikan yaitu kanker bibir/lidah kasian bgt kalo misal nya kena tuch penyakit… |












































2 tanggapan kepada “Perempuan Merokok? idiihhh jijay bajay”
Shana
Januari 29th, 2011 pada 15:07
sebenarnya merokok itu ngak baik tuk kesehatan tapi bukan berarti semua perokok itu orang jahat. Tapi merokok di tempat umum itu gmn ya ? Apa bukan perbuatan dzolim ? perokok pasif bisa terkena dampaknya dan lebih bahaya lagi kalo mereka itu wanita hamil dan anak2.
Nah, yg suka merokok di tempat umum apa pernah berpikir begitu ? Atau yg mereka pikirin cuma “itu hak asasi saya!” IYA! Hak asasi yg merugikan orang lain….
Anda boleh bicara soal hak asasi silahkan mau nonton film porno di kamar tidur sendiri karena tdk menyangkut orang lain nah skarang bandingkan dengan merokok di tempat umum. Kalo kita satu mobil angkot terus saya merokok padahal anda sedang menggendong bayi anda GIMANA COBA ?
dee
Januari 23rd, 2012 pada 02:52
kalau merokok di tempat umum itu masalah, kalau merokok bukan di tempat umum saya kira tidak masalah, kalau urusan wanita prokok di cap ‘wanita jalang ato wanita gak bener’ itu kebiasaan masyarakat Indonesia saja.
kalau misalnya saya ketahuan merokok tapi di kamar saya sendiri, dan saya dibilang gak bener (tahu dari mana coba?),
kata bungkus rokok ‘merokok itu menyebabkan kemandulan dll’, (dalam ilmu kedokteran mungkin itu benar) tapi yang jelas merokok tidak meyebabkan kematian dan kerugian Negara (Indonesia kususnya).
cewek perokok itu cewek gak bener dll, memangnya cara menilai orang dilihat dari dia merokok atau tidak? (ini pikiran dangkal saya kira)