Arsip untuk Januari, 2011

Tidak Ada Buku ‘Lebih Dekat dengan SBY: Peduli Pendidikan’

Kontroversi seputar beredarnya buku ‘Lebih Dekat Dengan SBY’ masih belum tuntas. Berbagai kalangan mendesak agar pemerintah segera menarik kembali 10 seri buku tersebut, lantaran tidak ada hubungannya dengan kurikulum dan materi pembelajaran di sekolah. Bahkan ada yang menilai beredarnya buku-buku tersebut sebagai bagian dari bentuk kampanye terselubung kubu SBY. Sekjen PKS Anis Matta misalnya, meminta peredaran [...]

First Love Never Dies?

Cinta pertama tidak akan pernah mati. Dia akan tetap hidup. Katanya, selamanya. Berulang seseorang menyusun keping-keping cintanya yang luluh lebur, tetapi selalu saja runtuh. Mencoba seseorang membuka lembaran baru dan membangun kehidupan cinta yang baru, namun rapuh jua. Terlepas dari cinta pertamanya masih hidup atau sudah tiada, laki-laki atau perempuan, kehadiran kekasih dan belahan jiwanya [...]

Because I Am Jablay

Tidak ada cinta di dunia maya, sebab sesungguhnya yang ada adalah permainan rasa. Permaianan yang mengarahkan pada pengenalan-pengelanan dan perjumpaan-perjumpaan emosi yang disampaikan dalam dan melalui kata, gambar dan suara. Dalam dan melalui media tersebut, seseorang akan hadir dengan lebih jujur, terbuka, tanpa malu dan bahkan berani. Emosi dilibatkan dengan sepenuh jiwa, bahkan rela untuk [...]

Corp Circles dan Corrupt Circles, Mirip!

Jangan dulu percaya dengan omongan ini. Sebab saya sudah sedang mengada-ada, mencari-cari kesamaan-kesamaan, menemukan kemiripan-kemiripan, menyandingkan kecocokkan-kecocokkan, walau sesungguhnya tidak pernah ada kesalingterkaitan antara apa yang sudah sedang heboh yakni Crop Circlesdan juga Corrupt Circles. Lantaran ada ruang untuk mengusil di halaman ini, maka baik juga jika tentang ini diperbincangkan secara iseng. Sampai sejauh ini baru [...]

Pada Senyummu Kusemai Rindu

Sepucuk surat melayang diterbangkan Merpati. Di tepi meja baca May Ziadah terbaca sepenggal kalimat “dahimu, Mariam, ya, dekatkan padaku. Ada sekuntum mawar putih dalam hatiku yang ingin kusemaikan di dekat dahimu. Betapa manisnya cinta bila mawar itu gemetar menahan malu …” May Ziadah bergetar membaca sepotong pinta cinta itu. Sepotong pengakuan dari Gibran Kahlil Gibran, [...]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.652 pengikut lainnya.