Membaca Wikileaks, selanjutnya mendengar berbagai berita media massa berkaitan dengan informasi yang disampaikan Wikileaks dan pendirinya Julian Assange akhir-askhir ini, saya jadi merinding, seperti inikah dunia sementara ini? Tidak hanya runyam tapi juga pekat oleh tipu muslihat.

Semuanya tampak aman-aman saja. Sekelompok masyarakat yang bernama Negara dengan pemimpinya masing-masing tampil digdaya, berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi kebaikan dunia. Demikian pula silaturahim antar bangsa berjalan dengan baik serupa tidak ada masalah.

Namun seperti api dalam sekam, kucing dalam karung, musuh dalam selimut, entah analogi apalagi, sekali lagi, situasi dunia saat ini tidak hanya runyam, tetapi juga pekat oleh tipu muslihat, saling cabik mencabik dalam diam, gigit menggigit dalam senyap. Ketika semunaya terbongkar-baca dan diperlihatkan, dunia berang dan Julian Assange pun diburu bak teroris.

Dalam sebuah e-mail yang dikirim kepada ABC News, Julian Assange, yang sementara ini diburu oleh berbagai Negara karena dianggap sebagai teroris jenis baru  meyakini bahwa keselamatannya sangat terancam. Dari tempat persembunyiannya Assange mengirimkan berita. Menurutnya semua dokumen yang bocor ke wilayah publik itu merupakan kebusukan para pemimpin dunia dari Bahrain sampai Brazil.

Apa yang sudah dilakukan Julian Assange dan medianya dalam upaya membongkar semua tipu muslihat, kejahatan dan ketidakbenaran adalah merupakan sebuah keharusan. Bagi saya, tidak ada satu hukum pun di dunia ini yang melarang siapa pun untuk menyampaikan kebenaran dalam dan melalui media mana pun termasuk Wikleaks. Kecuai hukum itu disusun dan diatur oleh sekelompok pengecut yang tidak hendak kebobrokannya terbongkar.

Julian Assange-Wikleaks, dalam perspektif ini, sebagai jurnalis dan media penumpas-penyampai segala keboborokan dunia,  bagi saya adalah ‘sang juru selamat’ (media massa). Jangan kita bertanya, Julian Assange-Wikileaks adalah jurnalis(me) atau spionase, atau mata-mata atau entah. Sesungguhnya apa yang sedang diperjuangkannya dan medianya adalah sebuah bentuk jurnalisme baru yang disebut sebagai Jurnalis(me) Spionase, Jurnalis(me) Mata-Mata. Saya menyebutnya sebagai Jurnalisme Kotak Pandora. Memngungkapkan sesuatu yang dimisteri-misterikan, karena memang bukan misteri, tetapi sesungguhnya hanya kebohongan belaka.

Bahwa Julian Assange-Wikleaks telah menyampaikan fakta yang apa-adanya, berdasarkan dan sumber informasi yang akurat dan lengkap. Dia dan medianya tidak sedang melakukan tindakan atau kegiatan yang berbahaya apalagi meresahkan perdamaian dunia. Dalam emailnya yang sama Assange menepis tuduhan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton yang mengatakan bahwa dokumen rahasia itu “membuat kehidupan masyarakat dalam bahaya.”

Sebaliknya, kata Julian Assange “Pejabat AS selama 50 tahun menghindari garis ini karena mereka takut masyarakat melihat bagaimana mereka benar-benar berperilaku,” kata Assange dalam e-mail-nya. “Faktanya kami menulis surat kepada Departemen Luar Negeri meminta daftar dari setiap masalah tertentu yang mungkin mereka punyai. Namun mereka menolak untuk membantu, dan mengatakan mereka menuntut segala sesuatu, termasuk dokumen-dokumen yang mengungkapkan pelanggaran, akan dihancurkan”

About these ads