Apakah Short Message Service atau yang biasa disingkat dan dilafalkan SMS merupakan sebuah pesan singkat atau sebuah pesan yang ditulis dengan singkatan-singkatan? Selanjutnya apakah ‘bahasa’ SMS yang demikian itu: penuh singkatan-singkatan, kaya simbol, selipan bahasa asing (Inggris) dan ketidaklengkapan tanda baca dapat merusak bahasa Indonesia yang baik dan benar?
Dua pertanyaan di atas sungguh mengagetkan saya. Tanpa saya sadari pertanyaan itu terlontar dari seorang murid Sekolah Menengah Umum pada suatu ketika. Dengan sejenak berpikir saya mencoba menjawab pertanyaan tersebut, namun dari hati yang paling dalam sebetulnya tidak memuaskan saya.
Saya menjawab pertanyaan tersebut dengan merujuk pada cerpenis dan novelis Naning Pranoto dalam bukunya yang berjudul Creative Writing, jurus-jurus menulis kreatif dan efektif. Bahwa bahasa SMS adalah sebuah model penulisan dengan materi yang aneh, yang hanya ditangkap dan dimengerti oleh ‘kalangan sendiri’, yakni antara mereka (mungkin saya dan anda) yang mengerti singkatan-singkatan, simbol-simbol tersebut.
“Toh…pesan yang mau disampaikan jelas terbaca, kendatipun untuk mencerna agak sulit dan butuh waktu”
Saya memberi satu contoh bahasa SMS yang suatu ketika pernah masuk ke handphone saya:
“u knp g dtng, u dah tau to, qt meeting mlm ini, tp ga pa2, mngkin u lg sbuk, mt bb” (Kamu kenapa tidak datang, kamu sudah tahu kan, kita pertemuan malam ini, tapi tidak apa-apa, mungkin kamu lagi sibuk, selamat bobo)
Kekayaan simbol, bentuk penulisan yang menggunakan banyak singkatan justru menunjukkan sebuah keunikan dan kekhasan bahasa SMS dan bagi saya sama sekali tidak bertentangan dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Toh…pesan yang mau disampaikan jelas terbaca, kendatipun untuk mencerna agak sulit dan butuh waktu.
Kendati demikian, jawaban tersebut masih mentah buat seorang murid yang masih mau belajar. Dan bagi saya merupakan sebuah tantangan untuk memperlajarinya lebih lanjut. Dan saya berpikir para pembaca punya pandangan dan gagasan yang ‘jitu’ untuk menjawab dua pertanyaan murid sekolah menengan umum di atas?
Catatan: Naskah ini sebelumnya sudah diposting disini











































2 tanggapan kepada “Apakah Bahasa ‘SMS’ Bertentangan Dengan Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar?”
awarizal
November 17th, 2010 pada 19:03
Merusak siCh Ngak,kRna BhasA Yg Di KtiK di SmS adLah Unik,IbaRat Kata dLam sBuaH misi yaNg hruS di PhaMi olEh orAng2 terTntu….
tpI bwAt TmeN2 sLruh PlJar IndNesiA UsaHain Lah KlU PnuliSan KaTa YaNg PenTing daN ReLigiUs diTUliS dGn SPaN dN bnAr, MisaL ( allah = Ini SlaH Yg Bnar AdlaH Mulai Lah dNgan Abjd awaL yG spAn (A)=Allah daN LL sabgai@ !.
Heheeee ( PeAce GuYss
DidiS
November 19th, 2010 pada 13:39
Jika Tarzan punya dunianya, nah ini dunianya Short Message Service. Tapi kalau di luar dunia Short Message Service, nah ini bisa merusak “yang baik dan benar”. Inilah khazanah bahasa kita. Enak juga bisa bertutur dengan beragam kata ….