Mengawali catatan kecil ini, saya kutipkan dua pernyataan penulis senior di wikimu.com Pak Berthold Sinaulan dalam dua tulisannya yang berbeda. Dalam tulisannya yang berjudul ‘Semangat Kaum Muda dalam di Pesta Blogger 2010’ Pak Berthold menulis “kehadiran stan Wikimu.com, salah satu situs jurnalisme warga yang sudah terbukti dari pernyataan beberapa orang yang aktif menulis di Wikimu, sebagai salah satu media pembelajaran bagi masyarakat luas” Selanjutnya dalam tulisannya yang berjudul ‘Ngintip Pesta Blogger 2010’ beliau menegaskan “Semoga melalui Pesta Blogger ini semua komunitas blogger dapat mendorong tumbuhnya Indonesia yang damai dan bersatu serta maju bersama-sama, bukan maju untuk segolongan atau sepaham saja”.

Secara pribadi saya meyakini hal yang sama. Bahwa di bawah tema ‘Merayakan Keragaman’ Wikimu dan media online yang lain akan tunduk di bawah kamajemukan sebagai sebuah khasanah bangsa yang tidak terabaikan. Ada keterikatan yang erat antara warna dasar wikimu.com dan tema pesta blogger tahun ini, yakni keberpihakan bukan hanya kepada pengutamaan atas ‘suara kaum tak bersuara’ alias ‘biasa-biasanya (suara) kita’, tetapi juga kepada maksimalisasi pendidikan multikulturalisme. Mengapa?

Multikulturalisme dapat tumbuh subur dan dengan jujur dipahami sebagai khasanah jika dan hanya jika dalam kemajemukan ada toleransi, tenggang rasa, saling menghargai, tentu saja tanpa muatan kepentingan untung rugi (ekonomi), menang kalah (politis), dan benar salah (teologis). Apa yang ditegaskan Pak Berthod “….. dapat mendorong tumbuhnya Indonesia yang damai dan bersatu serta maju bersama-sama, bukan maju untuk segolongan atau sepaham saja” sebenarnya adalah pengandaian (sekaligus mamaklumkan) atas itu.

Dalam garis pemahaman di atas, wikimu.com, menurut hemat saya adalah gambaran ‘dunia’ ideal tentang multikulturalisme. Dimana yang hadir dan diminta hadir di wikimu.com adalah pribadi-pribadi yang tidak berkepentingan, baik secara ekonomik, politis dan bahkan teologis. ‘Biasa-biasanya kita’ tidak hanya menegaskan tentang keperpihakan penuh pada kejujuran pendapat, kesahajaan suara, pun ketulusan demokrasi, tetapi juga kepada bagaimana seharusnya kita belajar mengamini perbedaan-perbedaan dalam segala dimensi kehidupan sebagai yang bermartabat.

Catatan reflektif saya, setelah sekian lama mengenal wikimu.com sebenarnya untuk dan alasan tersebut di atas. Meminjam kalimat Pak Berthold adalah ‘sebagai salah satu media pembelajaran bagi masyarakat luas’ tentang pendidikan multikulturalisme. Hanya saja, amat disayangkan, sebagai sebuah bangsa kita kadang tidak menyadari itu sebagai wadah pembelajaran. Dan saya kira itulah alasannya mengapa Pesta Blogger 2010 mengajak kita sebagai bangsa untuk ‘merayakan keberagaman’. Tidak lebih dan tidak kurang, maksudnya adalah untuk membangun kesadaran kita semua bahwa dalam dan dari dunia maya pun memantul keberpihakan dan penghargaan atas keberagaman.

Catatan: Tulisan ini sebelumnua sudah diposting disini