Cinta menjadi ada bukan lantaran karena ada yang mencintaimu dengan sepenuh hati.
Atau ketika anda mencoba mencintai pasangan dengan segenap jiwa.
Jika cinta hanya untuk memberi,
maka pada saatnya cinta itu akan berujung pada kejenuhan.
Cinta yang demikian akan ada air mata,
walau sesungguhnya air mata dalam cinta itu penting.
Tapi jika melulu air mata, cinta akan menjadi timpang.
Cinta menjadi ada bukan pula karena diberi.
Berharap pada perhatian dan kasih sayang.
Menunggu pada ketulusan simpati.
Jika cinta hanya menanti diberi,
maka pada saatnya cinta itu akan mati.
Hakikat cinta terletak pada diri kita sendiri.
Memahami diri kita seutuh-sepenuhnya.
Kelebihan-kelebihan diapresiasi.
kekurangan-kekurangan diperbaiki.
Semakin kita menyadari diri sendiri,
pada ketika itu kita semakin matang.
Hakikat dari cinta sejatinya adalah pematangan diri
semakin kita mematangkan diri,
semakin sebuah tubuh sosial itu menjadi matang
relasi ssosial menjadi semakin baik
dan kehidupan menjadi serupa ‘surga’
Memulailah dengan menjadi diri sendiri,
jika hendak menemukan cinta yang sejati.
Cinta sejatinya ada di balik dada.
Kelompak hati yang selalu mekar.









































