Saya awali lukisan tentang tertawa dengan sebuah cerita dari tanah Papua yang saya ambil dari Mop Papua. (www.ketawa.com) Cerita tersebut kurang lebih demikian.
Ada seorang ibu muda yang memeriksa kehamilannya di sebuah Klinik KB. Di Klinik tersebut sang ibu muda ditanyai dokter : “apakah ibu yang bulan kemarin memeriksa kehamilan?”. “Ya dokter” jawab sang ibu tanpa ragu. Dokter melanjutkan dengan tanya “lantas mengapa sekarang hamil lagi, apakah obat KB yang diberikan tidak diminum? Juga, dengan tanpa ragu sang ibu menjawab “Bagaimana tidak hamil Dok, Obat baru sampe di leher, celana kolor sudah sampe di lutut…”
Ketika cerita, yang entah benar atau tidak di atas saya jadikan sebagai status di facebook, ada rupa-rupa komentar yang muncul. Namun sebenarnya, yang ingin saya tahu lebih jauh bukan apa komentar sahabat dunia maya, tetapi bagaimana mereka menuangkan tertawa dalam kata dan atau kalimat.
Saya sempat mencatat ada beragam cara menuangkan tawa dalam kata. Ada yang membahasakan tertawa dengan “Kwkwkwk”, yang lain “hahaha”, yang lain “hihihi” yang lain “hehehe” yang lain “xixixixix”. Fakta ini menarik untuk ditulis, maksudnya dicoba-cerna untuk mengetahui apa sesungguhnya dengan tertawa.
Dua bahasa tulis tertawa, yaitu “Kwkwkwk”, dan “xixixixix” belum pernah saya dengar. Sedangkan tiga yang lainnya sudah sering dan selalu saya dengar. Namun yang pasti bahwa, serupa apa ungkapan, penggambaran tentang tertawa siapa pun paham dan mengerti kalau yang dimaksud adalah tertawa.
Pernah, selama hampir setahun, Provine profesor dari University of Maryland Baltimore mempelajari tertawa dari hal dasar. (http://www.inilah.com/news/read/teknologi/2010/04/01/434952/bagi-ilmuwan-tertawa-bukan-lelucon/) “Ketawa semua grup bahasa pada dasarnya sama “ha ha ha” meskipun Anda berbicara Mandarin, Prancis atau Inggris. Semua akan mengerti arti tertawa, ada pembentuk pola di otak kita yang memproduksi suara itu.” Demikian kesimpulan riset tersebut.
“Hahaha” atau “hehehe” dan “hihihi” adalah yang paling sering dituangkan dalam kata. Karena selain lebih mudah menuliskannya, juga karena tertawa berbunyi demikian. Sementara “Kwkwkwk”, dan “xixixixix” jarang didengar.
Provine profesor dari University of Maryland Baltimore mencatat setiap “ha” membutuhkan 1 hingga 15 detik, berulang setiap lima detik. Tempo yang cepat seperti ini termasuk dalam kategori tertawa lepas, bebas dan terbuka. Sementara ada saat tertentu dan pada tingkat kelucuan tertentu, tertawa akan menjadi lambat dan terengah-engah. “Kwkwkwk”, dan “xixixixix” adalah dua bahasa tulis yang mewakili tertawa kategori itu.
Tapi tahukah Anda manfaat dan fakta aneh dibalik tawa? Berikut 12 fakta di balik tawa seperti dilansir situs Genius Beauty (http://www.rileks.com/lifestyle/trendz/healthy-life/30327-12-fakta-tertawa-.html)
- Bayi tidak bisa tertawa sampai mereka mencapai usia tiga bulan
- Tertawa selama 10-15 menit bisa membakar banyak kalori
- Tertawa mampu mengeluarkan udara di dalam paru-paru dengan kecepatan 60 mph
- Ada 17 otot wajah yang digunakan untuk tersenyum, sedangkan mengerutkan kening butuh 47 otot wajah
- Seseorang yang sering tertawa bahagia memiliki risiko penyakit jantung 40 persen lebih rendah dibanding orang yang murung
- Percayakah Anda, ada tanaman yang disebut bunga tawa. Begitu melihatnya Anda akan tertawa seperti orang gila selama setengah jam
- Tertawa 17 menit per hari dipercaya memperpanjang waktu hidup selama satu hari
- Rata-rata anak berusia enam tahun tertawa 300 kali sehari. Ketika kita tumbuh tua kita tersenyum dan tertawa hanya 15 kali sehari.
- Senyuman pelayan bisa membuat pelanggannya memberikan tips tambahan.
- Baik untuk perut, jika Anda tertawa selama satu jam tanpa henti.
- Dengan tersenyum. Model iklan american Gordon Todd menikmati senilai $ 4.000
- Orang yang tinggal di Brazil dan Kuba lebih banyak tersenyum dibandingkan dengan mereka yang tinggal di Skandinavia.










































