Edwige Madze Badakou (Miss World Cup 2006), Anne Julia Hagen (Miss Jerman 2010) dan Roy Makaay (Pesepakbola ternama dari Belanda) akhirnya dengan suara bulat memilih wakil Argentina, Jennifer Scherman sebagai miss word cup 2010 Afrika Selatan. Jennifer, mahasiswi berusia 17 tahun itu mampu menyisihkan 31 peserta lainnya yang mewakili Negara peserta turnamen sepak bola terakbar di dunia.

Sepak bola tanpa kaum hawa tampaknya tidak elok untuk dikisahkan. Kehadiran kaum hawa dalam peristiwa yang bernama sepak bola, apalagi dalam peristiwa seagung piala dunia adalah peristiwa yang patut untuk dikisahkan. Dikisahkan lantaran kehadiran mereka tidak hanya menjadi sempurna, tetapi juga petaka.

Fabio Capello, arsitek kesebelasan tiga singa Inggris jauh sebelum piala dunia Afrika Selatan berlangsung sudah dengan lantang melarang pacar, keluarga atau istri para pemain untuk datang ke Afsel. Larangan Capelo cukup masuk akal, lantaran kehadiran kaum hawa bisa mempengaruhi konsentrasi permainan, “mereka adalah virus” kata Capello suatu ketika.

Namun belakangan, tudingan sekaligus larangan itu dicabut sendiri oleh Capello. Dia akhirnya membuat peraturan lebih lunak dengan mengizinkan para pemain bertemu keluarga atau orang terdekatnya walau tetap pagari oleh jadwal tertentu.

Berbeda dengan Spanyol. Negeri matador ini sebelumnya tidak meributkan soal keikutsertaan keluarga atau pacar ke Afrika Selatan. Namun ketika Spanyol ditaklukkan Swiss 1-0 Maka soal yang satu ini pun lantas muncul ke permukaan. Pacar Iker Casillas, penjaga gawang kesebelasan Spanyol dicerca banyak media lantaran kehadirannya di Afrika Selatan menjadi biang kekalahan Spanyol.

Dialah Sara Carbonero, perempuan cantik yang dituding itu. Sara, 26 tahun, adalah presenter televisi olahraga Spanyol, Telecinco. Ia ikut ke Afrika Selatan untuk meliput Piala Dunia. Kehadirannya di pinggir lapangan ketika pertandingan Spanyol vs Swiss sedang berlangsung dianggap para supporter sebagai biang petaka.

Namun tidak bagi si pencetak gol tangan Tuhan, Diego Armando Maradona. Pribadi controversial ini justru berseberangan dengan Capelo. Pencetak gol terbaik sepanjang masa ini, bukan hanya mengizinkan istri atau pacar turut serta ke Afrika Selatan, tetapi juga tidak mempersoalkan para pemain melakukan hubungan seks sepanjang event sepak bola terakbar itu berlangsung.

“Para pemain bisa mendapatkan seks bersama istri atau kekasih mereka selama Piala Dunia. Pesepakbola bukanlah martir. Tapi itu tak boleh dilakukan jam dua dinihari sambil meminum sampanye dan merokok cerutu Havana,” Kata Maradona melalui tim dokter Argentina Dr. Donato Vallani.

Buktinya, Argentina bisa menang 1-0 atas tim Nigeria di pertandingan perdana penyisihan group. Selanjutnya melumat Korea Selatan 4-1 di pertandingan berikutnya. Pertanyaannya adalah apakah ucapakan Capello dan supporter Spanyol benar bahwa perempuan adalah virus? Ataukah jangan-jangan Donato Vallani yang benar?

Catatan kecil ini sebenarnya bukan menyoal benar-salah kehadiran kaum hawa dalam event piala dunia, walau hanya sekedar duduk manis di tribun penonton. Tetapi hanya sekedar bumbu penyedap rasa bahwa kehadiran kaum hawa di satu sisi bisa melahirkan pesona, pun pula bisa melahirkan petaka. Namun satu yang pantas untuk dicatat adalah bahwa bukan karena kaum hawa sebuah tim menjadi menang atau kalah. Tetapi kemenangan sebuah kesebelasan diukur dari strategi, konsistensi, kekompakan, kesolidan dan kemauan untuk menang.

About these ads