Tidak semua fakta bisa dilukiskan dengan kata. Kadang saya tidak bisa melukiskan sebuah peristiwa yang paling gampang sekalipun. Sepuluh jari saya rupa-rupanya tidak cukup menumpahkan realitas, tetapi hanya melalui mata, saya dapat menemukan yang seharusnya saya katakan. Melalui ‘Jendela’ saya dapat melihat dengan amat benderang perihal apa sejatinya kehidupan.

"Merah Putih Jendela" diambil pada Minggu 21 Februari 2010 di desa Mugo Rayeuk Kec. Kawai XVI, Kab. Aceh Barat, NAD. Seorang pekerja paruh waktu pada sebuah tempat pemotongan kayu di pedalaman Aceh Barat ini mewakili para pekerja Indonesia, yang setia menunggu perubahan untuk kesahteraan.











































1 tanggapan kepada “Merah Putih Jendela”
Harriet
Januari 19th, 2013 pada 22:10
Everything is very open with a clear clarification
of the challenges. It was really informative. Your website is
very helpful. Thanks for sharing!