
Seorang nelayan tua di Padang Seurahet Aceh Barat sedang melepas lelah setelah seharian menjala ikan. Gambar diambil pada awal Februari 2010.
Kekasihku adalah senja
Yang selalu kujumpa
Pada setiap tepi siang
Jika aku datang menjumpa
Senjaku selalu berkerudung jingga
Jingga itu lugunya
Juga damainya
Dalam shallat
Kami jumpa
Dan ia selalu berpesan
“tiada Tuhan selain Allah”
Dalam shallat
Kami berpisah
Dan ia selalu berpesan
“jangan kau nodai malam
Karena malam itu suci”











































10 tanggapan kepada “Menunggu Malam”
jendelakatatiti
Februari 7th, 2010 pada 12:11
Religius banget…bagus. Jendelakatatiti.wordpress.com
kris bheda
Februari 8th, 2010 pada 09:50
thanks mbak atas simpatinya…selamat datang juga ke blog ku
Rahma
Februari 10th, 2010 pada 16:43
“Oh my god”
merinding bulu kudukku ketika aku membaca puisimu.
Jadi teringat kampung halamanku tercinta. Ketika sang surya akan terbenam di ufuk barat “mau rombaku tercinta”
kris bheda
Februari 12th, 2010 pada 05:17
mbak rahma…dimanakah kampung halamnya??? nah berpuisilah…haha
Rahma
Februari 12th, 2010 pada 15:03
Hmm. . .aku tak pandai tuk merangkai kata2 yg puitis dn romantis. Oh,,,,,,kampungku sangat jauh (aku org flores)
kris bheda
Februari 16th, 2010 pada 03:45
Flores??? dimana? saya dri Flores juga..hanya sekrang kebetulan lg berpetualang ke aceh (meulaboh aceh barat)
Rahma
Februari 17th, 2010 pada 04:43
O,,,ya kamu org flores juga? Jauh sekali nyampe aceh.yg pasti aku orang nagekeo (keo tengah).sukses dech di tanah rantauan.
Rahma
Februari 17th, 2010 pada 17:51
Ya ampuiiin setelah jao baca semua artikel yg ada di blogmu trnyata baru jao tahu klo kamu orang romba juga.
Ha. .ha. .ha ky’nya jao kuper juga ya masa romba sekecil itu jao tidak tahu kamu.kita pasti msh seumuran tpi m’f kaya’nya dulu kamu SD tidak di romba khan? Makanya jao nggedhe mbe’o kau.maklum setelah tamat SD jao dah keluar dari romba.
kris bheda
Februari 19th, 2010 pada 13:35
haha..jao sd mena daja…ngara mbeo pak Paskalis Soo, itu bapa sy. slm
Rahma
Februari 20th, 2010 pada 10:32
O. . .jao mbe’o pak paskalis.klo begitu hati2 di tanah rantauan and g’dlucky.