Mata air-mata air kikir mengeluarkan airnya
dan lembah lembah bumi pun kering.
Tetapi air-mata air mata kahausan
membanjiri lembah-lembah pipi orang tuaku
Ladang seperti tak lelah mengepul debu
Cangkul pun tak gontai menggebu
Di sawah sawah batu
Lengan penuh peluh, ngilu
dengan perut layu, anak anak menunggu
mengemut batang umbi kayu
sambil menunggu maut di ujung senja itu.
Keterangan: Terisnpirasi dari ke-selalu-an saya mengunjungi blog tanagekeo.wordpress.com











































2 tanggapan kepada “Ne(n)geriku”
tanagekeo
Agustus 29th, 2009 pada 13:20
Kris, engkau membuat saya tertegun membacanya. Tak semua memahami yang tersirat dalam yang tersurat. Dan Kris telah menyeret saya memahami siratan dalam apa yang tertatap. Salam dan doa saya selalu untuk semua ana udu mbuju eko lomba, ta dora nama oda. Salam saya untuk Nurdin ari ko’o Tali Jafar di TVRI Aceh. Modo….
Kris bheda
Agustus 29th, 2009 pada 15:34
Terima ksh om atas suportnya…gmabr n tulisan om telah banyk membantu sy untuk smkin mendkatkan diri dgn akar budya,sosial n jg kebiasaan kt di kampung…ini menjadi peristiwa prjumpaan yg bermakna