Aku merangkak dengan tapak-tapak yang kokoh. Melewati jurang yang terjal menuju takhta cinta yang tersembunyi di balik topang selangkangan. Aku tidak sendiri. Aku bersamanya, bersama pemilik singgasana.
Di situlah gua sanggama tampak jelas terlihat, walau agak curam, terbalik menatap wajah bumi. Menatap surga yang terletak di bawah telapak kakinya. Menatap eden. Takhta cinta itu bagai rembulan, melepas cahaya, menyiram malam.
Ketika tiba, aku terbelalak. Menakjubkan. Mataku memandang rimbunan teratai berdaun rendah. Guguran daun tua dari pohon yang menjulang, lalu dibawa lenyap aliran sejuk di sisi badan gua, hingga berhenti di tepi telaga.
Di depanku tenang berdiam telaga indah, dengan pulau kecil menyembul di tengahnya. Pulau berpesisir terjal berwarna jingga yang memanjakan lidah-lidah gelombang menjilatinya. Penuh butiran embun. Menyilaukan mata jiwa, menusuk rasa, melumat sukma.
Aku hendak masuk lebih jauh ke dalam. Kubasuhkan wajah dengan aroma telaga, membiarkan ariku merasakan kesejukannya. Serentak menguatkan tapak-tapak pijakku dengan menegukkannya. Hingga aku memanjatkan doa “Tuhan aku telah menemukan cinta, tetapi mengapa Engkau meletakkan-Nya di tempat yang paling sulit untuk ditempuh”
sumber gambar: cutekamran2007.googlepages.com/wallpaper_16.j…










































7 tanggapan kepada “Sanggama Kata”
HANA
Oktober 8th, 2009 pada 10:17
aku suka dengan pemandangan
i very-very like
hest
Oktober 19th, 2009 pada 07:44
syairnya keren bgt . . .
dunia1download
Maret 4th, 2010 pada 05:34
pemandangan di mana ya itu?
cobaberbagi
Maret 4th, 2010 pada 05:45
gambarnya keren…
Krispianus Bheda Somerpes
Maret 4th, 2010 pada 06:15
Ups, untuk:
@ bung duniadowhload—-gambar dari cutekamran2007.googlepages.com/wallpaper_16.j…
@coba berbagi…..imajinatif
MOsadaki
Maret 24th, 2010 pada 04:32
terkadang kata yg kita nilai tak berkelamin, ternyata dia lebih tertib menjaga kelaminnya itu, sehingga dia akan menampakan organ vitalnya itu kepada setiap musafir yg haus akan ilmu yg sudah pasti setelah ijab kabul yg dinamakan “UJIAN” serta cobaan
Robert Latumahina
Januari 29th, 2012 pada 11:33
asyik, aku suka