makamDi tengah pemakaman massal korban gempa dan tsunami 26 Desember 2004, Ujung Karang Meulaboh Aceh Barat, tegak berdiri tiang bendera. Sang saka merah putih menjulang jauh ke langit lepas. Di hadapan Tuhan mereka bersumpah:

 

Tuhan kami. Telah Kau ambil jiwa dan raga kami. Kau tiada peduli siapa kami. Tapi milikmulah kami. Kami berpasrah penuh hati

 

Di sini, di sunyi. Dari jantung tanah kami sendiri. Kami tagih janji-janji. Kami bersumpah suci. Kepada mereka yang hidup di bumi. Kami titipkan bukti. Tiada berperang lagi. Tiada GAM, tiada TNI. Tapi NKRI

 

Dengarkan keluh kesah kami. Hargailah esok-esok hari-hari. Anak cucu kami. Dari generasi ke generasi.

 

Jika yang hidup tidak peduli. Atas nama jari-jari Tuhan yang suci. Kami kirimkan pesan. seperti di Sinai. “Mengapa kalian mengkhianati kepergian kami, mengkhianati leluhur negeri”

 

Kami masih peduli. Tiada mengirimkan tsunami lagi. Karena kami masih punya hati. Biarkan itu peristiwa kami. Jika kamu tepati janji. Jadikah Aceh Nanggroe terjanji

 

Salam buah hati. Dari kami yang telah pergi. Di Serambi Mekah yang asali kami menanti.

About these ads